CIMB Niaga Fokus Pendapatan Nonbunga saat Margin Bunga Terus Tertekan

CIMB Niaga Fokus Pendapatan Nonbunga saat Margin Bunga Terus Tertekan
Bank CIMB Niaga.

JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) membeberkan jurus dan fokus strategi perseroan dalam memacu pencapaian laba hingga penutupan tahun 2026.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menjelaskan, di tengah kuatnya himpitan margin bunga yang tergerus tinggi biaya dana, CIMB Niaga memilih bertumpu pada lonjakan pendapatan nonbunga yang tumbuh sekitar 25 persen sebagai penyokong utama perolehan hingga akhir 2026.

“Sangat menantang untuk pendapatan bunga karena margin yang tertekan. Jadi fokus kami ke pendapatan non bunga yang saat ini cukup baik dengan pertumbuhan sekitar 25%-an,” kata Lani kepada Bisnis, Kamis (6/8/2026).

Kendati begitu, Lani mengungkapkan bahwa peningkatan fee based income ini belum sepenuhnya bisa menutupi pelemahan di sektor pendapatan bunga.

Oleh sebab itu, pihak manajemen tetap memilih melangkah konservatif dengan memperbesar porsi alokasi provisi guna membentengi potensi risiko mutu aset.

“Namun memang tidak bisa 100% memitigasi pendapatan bunga. Dalam situasi seperti ini kami juga memilih untuk mengalokasikan ke provisi,” ujarnya.

Hingga kurun waktu Mei 2026, CIMB Niaga tercatat berhasil membukukan laba bersih hingga Rp2,71 triliun.

Torehan laba tersebut tampak melandai 1,07 persen secara tahunan (year on year/YoY) bila disandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,73 triliun.

Sesuai publikasi laporan keuangan perusahaan, capaian laba pada kurun waktu tersebut salah satunya terdorong oleh penerimaan komisi yang naik 19,28 persen YoY menuju Rp1,13 triliun.

Pada Mei 2025 lalu, bank swasta ini mengantongi perolehan komisi sebesar Rp952,29 miliar.

Di saat bersamaan, entitas perbankan swasta terbesar kedua di Tanah Air ini sanggup memangkas pengeluaran beban operasional lainnya bersih sebesar 7,16 persen YoY menjadi Rp1,47 triliun dari semula Rp1,59 triliun.

Pada lini fungsi penyaluran dana, total kredit yang disalurkan CIMB Niaga sukses menembus Rp175,08 triliun, atau terangkat 8,62 persen YoY dari angka sebelumnya Rp161,19 triliun.

Pencapaian intermediasi tersebut ditopang oleh perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp265,32 triliun pada Mei 2026, atau merangkak naik 4,91 persen YoY dari posisi Mei 2025 yang tercatat Rp252,91 triliun.

Laju perolehan DPK sepanjang periode ini disokong oleh porsi simpanan giro dan tabungan yang masing-masing melesat 22,17 persen YoY dan 6,53 persen menjadi Rp106,97 triliun serta Rp89,38 triliun.

Di sisi berlawanan, simpanan deposito perseroan mengalami penurunan cukup dalam sebesar 15,33 persen YoY menuju angka Rp68,96 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp81,44 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index