Ini 8 Cara Efektif Mengatasi Kebiasaan Menunda Pekerjaan dengan Mudah

Ini 8 Cara Efektif Mengatasi Kebiasaan Menunda Pekerjaan dengan Mudah
Ilustrasi Menunda Pekerjaan.

JAKARTA - Pernahkah Anda berjanji untuk segera mulai bekerja usai menyaksikan satu tayangan video, namun malah terus terlena bersantai? Jangan khawatir, kondisi ini tergolong wajar dan bukan penanda bahwa Anda sosok yang pemalas.

Terkadang, langkah paling jitu untuk memacu produktivitas adalah dengan menerapkan strategi unik yang selaras dengan cara kerja otak. Melansir Verywell Mind, berikut sederet cara mengatasi kebiasaan menunda pekerjaan.

Akali Otak dengan Langkah Kecil

Terapis Risa Williams, LMFT, menyarankan untuk membuat langkah awal sekecil mungkin hingga terasa sangat mudah. Alih-alih menargetkan menulis satu bab penuh, cukup patok target sederhana seperti membuka dokumen dan mengetik judulnya.

“Buatlah terdengar begitu mudah sampai-sampai otakmu kesulitan untuk menolaknya. Ketimbang bilang pada diri sendiri bahwa kamu harus menulis satu bab penuh, katakan saja bahwa tugasmu hanyalah membuka dokumen dan mengetik judulnya," tutur dia.

Kebanyakan orang justru berhasil menyelesaikan lebih dari target awal karena bagian tersulit adalah saat akan memulai. Williams menyebut strategi ini sebagai teknik untuk meredam tekanan perfeksionisme.

Gunakan Musik Pembangkit Semangat

Mendengarkan musik favorit sanggup memberikan suntikan energi untuk mengusir rasa malas. Pelatih dukungan sebaya AuDHD, Sam Dylan Finch, menyebut langkah ini sebagai strategi daftar putar pembangkit semangat.

"Itu harus berupa lagu-lagu yang, jika kamu mendengarnya di pesta pernikahan, kamu akan secara naluriah berlari ke lantai dansa," jelas Finch.

Perpaduan antara alunan musik dan kenangan masa lalu akan mengaktifkan sistem penghargaan di otak sekaligus membantu mengendalikan emosi saat pikiran terasa buntu.

Hitung Mundur Sebelum Mulai

Apabila merasa kaku sebelum memulai tugas, cobalah melakukan hitung mundur yang disertai gerakan fisik ringan seperti berdiri atau bertepuk tangan.

"Ini adalah apa yang disebut 'tindakan interstisial. Kami secara fisik memberi isyarat kepada diri sendiri bahwa kami mengakhiri aktivitas sebelumnya dan beralih ke hal lain," terang dia.

Musik sebagai Pengatur Waktu

Selain membangkitkan semangat, alunan musik bisa dimanfaatkan sebagai batas waktu penyelesaian tugas.

"Kami bisa menggunakan ini untuk tugas dan pekerjaan rumah yang harus kami lakukan. Pilih daftar putar yang bisa membangkitkan energi. Rasanya bisa lebih menyenangkan daripada sekadar menggunakan pengatur waktu," kata Williams.

Lewat trik ini, durasi pengerjaan tugas dibatasi secara ketat sepanjang daftar lagu tersebut diputar.

Urutkan berdasarkan Tingkat Stres

Hambatan utama kerap muncul dari ketidakmampuan mengelola stres. Williams menyarankan agar tugas diurai menjadi tahapan-tahapan kecil terlebih dahulu.

"Kamu bisa menilai tugas atau bagian dari tugas dengan cara ini, dan kemudian menyelesaikan bagian yang berintensitas rendah terlebih dahulu," ujar dia.

Bergerak Dulu, Berpikir Kemudian

Terlalu banyak berpikir bisa merusak produktivitas. Ketika merasa buntu, cobalah berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan tubuh. Menggerakkan fisik terbukti ampuh memutus rantai pikiran buntu.

Bicara Sendiri Layaknya Komentator

Menarasikan aktivitas layaknya pembawa acara dapat memberi sensasi seru pada rutinitas yang menjenuhkan. Bayangkan Anda sedang diwawancarai mengenai kesuksesan hari ini agar otak tetap fokus pada tahapan kerja.

Rayakan Setiap Keberhasilan Kecil

Berikan apresiasi kecil seperti bertepuk tangan usai mengirim surel penting. Perayaan sederhana ini memperkuat perilaku positif dan memberikan dopamin setelah menuntaskan hal berat.

"Kunci utama motivasi adalah membuatnya terasa menyenangkan untuk melakukan hal-hal yang sulit bagimu," pungkas Williams.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index