Bantuan Gempa NTT, Polri Kirim 44 Truk Logistik Lewat Jalur Laut

Bantuan Gempa NTT, Polri Kirim 44 Truk Logistik Lewat Jalur Laut
Truk berisi bantuan kemanusiaan bagi korban terdampak gempa NTT yang dikirimkan oleh Polda Bali [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memberangkatkan sebanyak 44 armada truk yang mengangkut berbagai bantuan kemanusiaan dari jajaran Kepolisian Daerah (Polda) untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengonfirmasi bahwa 44 truk beserta 1 unit mobil boks dikerahkan guna membawa beraneka ragam pasokan kebutuhan pokok warga.

 Bantuan yang diangkut antara lain mencakup air mineral, pasokan makanan siap saji, susu, beras, mi instan, biskuit, popok, selimut, kasur, alas tidur, terpal, pakaian, persediaan obat-obatan, unit generator set (genset), tenda darurat, perangkat sarana komunikasi, hingga perlengkapan kebersihan.

“Di Hari Kemerdekaan ini, Polri serentak bergerak dari berbagai wilayah untuk membantu saudara-saudara kami di Flores. Yang kami kirim bukan hanya logistik, tetapi juga sarana pendukung seperti dapur lapangan dan water treatment," ujar Trunoyudo di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Ia memberikan rincian lebih lanjut bahwa proses pengiriman logistik menuju wilayah NTT ditempuh melalui jalur transportasi laut mengandalkan Kapal Ferry Dharma Kencana V yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju ke Kupang.

Menurut jadwal, armada kapal tersebut akan diberangkatkan pada hari Selasa (18/8/2026) tepat pukul 15.00 WIB dengan perkiraan durasi waktu pelayaran sekitar lima hari.

“Pergerakannya berbeda-beda sesuai moda transportasi, tetapi tujuannya sama. Bantuan kami dorong sedekat mungkin ke wilayah terdampak, kemudian dikoordinasikan dengan Polda NTT dan Polres-Polres setempat untuk segera disalurkan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Di samping itu, Trunoyudo turut mengutarakan bahwa pada gelombang pengiriman yang telah dilaksanakan sebelumnya, pihak Polri telah meluncurkan jajaran personel Brimob BKO, tim pencarian dan pertolongan (SAR), unit K9, tim Disaster Victim Identification (DVI), tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes), hingga petugas pendamping trauma healing untuk memperkuat penanganan tanggap darurat di lokasi bencana NTT.

“Kebutuhan masyarakat kami lihat secara utuh. Ada kebutuhan pangan, air bersih, tempat tinggal sementara, kesehatan, komunikasi, sampai dukungan psikologis. Karena itu, bantuan dan personel terus kami sesuaikan dengan data terbaru dari lapangan,” pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index