Berbagai Cara agar Kucing Liar Tidak Buang Kotoran Sembarangan di Rumah

Berbagai Cara agar Kucing Liar Tidak Buang Kotoran Sembarangan di Rumah
Ilustrasi Kucing Liar Buang Kotoran.

JAKARTA - Kucing liar yang buang kotoran sembarangan di pekarangan atau sudut rumah tentu dapat mengganggu kenyamanan. Selain memicu bau tidak sedap, kotoran kucing juga membuat lingkungan rumah menjadi kotor serta kurang higienis.

Berbeda dibanding kucing peliharaan yang dapat dilatih memakai kotak pasir, kucing liar biasanya belum terbiasa dengan wadah khusus buang air. Oleh sebab itu, dibutuhkan teknik tertentu supaya hewan tersebut tidak kembali ke area yang sama.

Terdapat bermacam cara agar kucing liar tidak buang kotoran sembarangan yang dapat dicoba tanpa harus menyakiti atau membahayakan keselamatan kucing. Berikut beberapa solusinya, merangkum beragam sumber:

Gunakan aroma yang tidak disukai kucing Salah satu langkah yang bisa dijajal ialah memanfaatkan aroma tertentu yang cenderung dijauhi kucing. Wewangian tersebut dapat ditaruh pada area yang sebelumnya kerap dipakai kucing untuk buang air.

Beberapa wewangian yang sering dipakai untuk menjauhkan kucing di antaranya aroma citrus. Kulit jeruk, sebagai contoh, dapat diletakkan pada area tertentu supaya kucing enggan mendekat.

Apabila menggunakan bahan beraroma, pastikan tidak menyemprotkan cairan secara langsung ke tubuh kucing. Hindari pula pemakaian minyak esensial berkonsentrasi tinggi lantaran sejumlah minyak esensial dapat membahayakan keselamatan kucing.

Letakkan kotak pasir di lokasi yang mudah dijangkau Bila kucing liar sering mendatangi rumah dan Anda memang berencana mengarahkannya ke lokasi tertentu untuk buang air, menyediakan wadah pasir dapat menjadi opsi. Dindangkan kotak pasir di lokasi yang gampang dijangkau serta tidak terlalu ramai. Kucing umumnya menyukai suasana tenang saat buang air.

Anda dapat mencoba menaruh sedikit tanah atau material yang sebelumnya dipakai kucing untuk buang air ke dalam wadah pasir. Aroma tersebut sanggup membantu kucing mengenali fungsi kotak pasir itu.

Pastikan area tetap bersih Kucing dibekali indra penciuman yang amat tajam. Bila sisa aroma kotoran masih menempel di suatu area, kucing sanggup kembali ke lokasi tersebut lalu memakainya kembali sebagai toilet.

Oleh karena itu, bersihkan kotoran sesegera mungkin. Area yang sebelumnya dipakai kucing juga sebaiknya disucikan secara menyeluruh agar aromanya tidak membekas. Untuk membersihkan area tersebut, gunakan cairan pembersih yang aman bagi hewan serta hindari bahan kimia yang dapat mengiritasi kucing.

Tutupi area tanah yang sering menjadi tempat kucing buang kotoran Tanah merupakan salah satu jenis permukaan yang disukai kucing untuk buang air karena gampang digali serta ditutup kembali. Jika kucing sering memanfaatkan halaman sebagai toilet, Anda dapat mengubah tekstur permukaan area tersebut.

Salah satu caranya ialah menutup sebagian tanah menggunakan batuan berukuran agak besar, kerikil, atau penutup tanah yang membuat kucing tidak nyaman saat menggali. Cara ini sekaligus mampu menekan kemungkinan kucing kembali ke lokasi yang sama.

Letakkan kulit jeruk di area tertentu Kulit jeruk bisa menjadi opsi praktis untuk membuat area tertentu terasa kurang menarik bagi kucing. Aroma citrus pada umumnya amat tidak disukai oleh kucing.

Caranya cukup dengan menaruh kulit jeruk pada sudut halaman atau area yang kerap menjadi tempat kucing buang kotoran. Namun, kulit jeruk mesti diganti secara berkala apabila sudah mengering atau membusuk.

Jangan pernah menggosokkan kulit jeruk secara langsung ke tubuh kucing. Cara ini difokuskan untuk membuat area tertentu kurang memikat, bukannya untuk menyakiti hewan.

Buat area menjadi kurang menarik untuk kucing Selain memanfaatkan aroma, Anda juga dapat mengubah kondisi lingkungan yang sering dihampiri kucing. Misalnya, menutup akses menuju sudut tertentu menggunakan pagar kecil atau memasang barikade di sekeliling tanaman.

Apabila kucing terbiasa melintas via jalur tertentu, menutup akses tersebut sanggup membantu mengurangi frekuensi kunjungannya. Penggunaan botol berisi air atau benda pemantul cahaya memang sering disebut sebagai metode mengusir kucing.

Akan tetapi, tingkat efektivitasnya tidak selalu sama pada setiap kucing. Maka dari itu, lebih disarankan mengutamakan rintangan fisik yang aman daripada membuat kucing merasa kaget atau stres.

Jangan mengejar atau menyakiti kucing Saat menyaksikan kucing hendak buang kotoran di area yang tidak diinginkan, hindari tindakan memukul, menendang, menyiram air panas, atau memakai bahan yang sanggup melukainya.

Jika memungkinkan, giring kucing menjauh secara perlahan atau buat area tersebut menjadi sulit diakses. Metode yang tidak menimbulkan rasa sakit jauh lebih baik demi mencegah kucing kembali tanpa merusak kesejahteraannya.

Bila kucing liar terus berdatangan dan Anda berniat membantunya, Anda juga dapat mempertimbangkan untuk menghubungi komunitas maupun organisasi penyelamat hewan di sekitar tempat tinggal.

Pada dasarnya, mengubah pola kebiasaan kucing liar memerlukan proses waktu. Tidak semua metode akan langsung membuahkan hasil lantaran setiap kucing mengantongi kebiasaan dan respons yang berbeda.

Meski begitu, lewat menjaga kebersihan, mengikis daya tarik area yang sering dipakai, serta menyediakan lokasi alternatif, Anda dapat menjajal cara agar kucing liar tidak buang kotoran sembarangan tanpa harus menyakiti hewan tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index