Ponsel iPhone Lipat Pertama Apple Diprediksi Dijual Rp44,3 Juta

Ponsel iPhone Lipat Pertama Apple Diprediksi Dijual Rp44,3 Juta
iPhone Ultra Lipat.

JAKARTA - iPhone lipat pertama buatan Apple Inc. diperkirakan bakal dibanderol dengan harga mencapai US$2.500 atau setara Rp44,3 juta. Meski tergolong sangat premium, perangkat canggih tersebut diprediksi tetap diminati oleh kalangan konsumen kelas atas.

Berdasarkan riset IDC yang dikutip pada Jumat (28/8/2026), Direktur Riset Senior IDC Nabila Popal memperkirakan smartphone lipat Apple bergaya paspor tersebut bakal sukses besar walau harganya menembus US$2.500. Segmen pasar konsumen kelas atas dinilai menjadi sasaran utama dari peluncuran perangkat ini.

"Segmen konsumen 'kelas atas' menjadi target utama di sini, yang akan antre untuk membeli perangkat tersebut," kata Popal.

IDC sebelumnya memperhitungkan bahwasanya Apple bakal mengirimkan lebih dari 10 juta unit iPhone lipat pada tahun perdana kemunculannya. Perangkat yang dirumorkan memakai desain bergaya paspor tersebut diperkirakan siap diperkenalkan pada 9 September 2026 waktu Amerika Serikat.

Langkah ekspansi Apple dinilai sanggup menyuntikkan momentum baru bagi ceruk pasar ponsel lipat yang selama ini masih menjadi segmen khusus. IDC memproyeksikan kategori perangkat lipat bakal tumbuh 12,6% pada tahun ini serta melonjak hingga 18% pada 2027.

IDC turut meramalkan bahwa Apple pada akhirnya dapat menguasai sekitar 40% dari total pengiriman perangkat lipat global pada 2027.

Meskipun porsinya tergolong masih kecil bila dibandingkan dengan industri smartphone global yang menembus angka lebih dari 1 miliar unit, ponsel lipat membuka peluang besar bagi produsen lantaran dapat dipasarkan lewat harga premium.

Di lain sisi, lonjakan harga chip memori beserta komponen pendukung lainnya turut membatasi volume produksi sekaligus memicu kenaikan harga jual perangkat. IDC menilai keterbatasan komponen yang mendukung teknologi kecerdasan buatan (AI) juga mulai dibebankan kepada pembeli via tarif harga jual.

"Era smartphone murah telah berakhir," kata Francisco Jeronimo dari IDC.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index