Lebih Tinggi dari Nasional, Inflasi Jatim Agustus 2026 Tembus 0,34%

Lebih Tinggi dari Nasional, Inflasi Jatim Agustus 2026 Tembus 0,34%
Warga membeli kebutuhan pokok di Pasar [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa Provinsi Jawa Timur mengalami laju inflasi secara bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,34% pada periode Agustus 2026. Capaian itu berada di atas angka inflasi tingkat nasional yang berada di level 0,21%.

Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati mengungkapkan inflasi Jawa Timur sepanjang tahun kalender (year-to-date/ytd) menyentuh 1,82%, sedangkan tingkat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) berada pada angka 3,32%.

"Secara mtm, inflasi terjadi di seluruh wilayah kabupaten/kota yang menjadi objek perhitungan IHK di Jawa Timur. Inflasi mtm tertinggi terjadi di Banyuwangi sebesar 0,86%, sedangkan yang terendah terjadi di Surabaya sebesar 0,09%," ujar Herum dalam konferensi pers di Kantor BPS Jatim, Surabaya, Selasa (1/9/2026).

Herum menguraikan, jika disandingkan dengan 38 provinsi di Indonesia, sebanyak 27 provinsi membukukan inflasi bulanan pada Agustus 2026, termasuk Jawa Timur.

Motor penggerak utama inflasi bulanan di Jawa Timur pada Agustus 2026 bersumber dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 1,36% dengan sumbangsih andil terbesar yaitu 0,39%.

"Pada kelompok ini, kenaikan didorong utamanya oleh komoditas daging ayam ras, cabai rawit, beras, udang basah, daging sapi, ketimun, hingga cumi-cumi. Selain itu, komoditas di luar kelompok makanan seperti emas perhiasan dan biaya akademi atau perguruan tinggi juga turut menjadi pendorong inflasi," beber Herum.

Menurut dirinya, pergerakan harga bahan pangan sepanjang Agustus 2026 dipengaruhi oleh lonjakan permintaan saat momen peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Momentum itu memacu kenaikan harga beberapa komoditas ternak, seperti daging ayam ras serta daging sapi.

"Namun di sisi lain, terjadi penurunan harga pada sejumlah komoditas hortikultura seperti bawang merah, bawang putih, dan tomat akibat meningkatnya pasokan selama musim panen raya pada Agustus 2026," paparnya.

Di samping dinamika harga pangan, ia memaparkan inflasi bulanan turut dipicu oleh siklus tahun ajaran baru, di mana pengelola lembaga pendidikan melangsungkan penyesuaian biaya pendidikan akademi serta perguruan tinggi. Melambungnya harga emas di pasar global juga ikut mendongkrak harga perhiasan di tingkat konsumen.

"Pergerakan harga emas global menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga jual di pasar domestik, sehingga kenaikan harga emas dunia berdampak pada meningkatnya harga emas perhiasan di tingkat konsumen," ucapnya.

Sementara itu, laju inflasi sedikit teredam oleh penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax oleh PT Pertamina (Persero) per 1 Agustus 2026 yang mencatatkan penurunan berkisar Rp300 sampai Rp1.000 per liter.

Selain itu, pemerintah turut memangkas batas maksimal biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge tiket penerbangan domestik dari 50% menjadi 30% dari Tarif Batas Atas (TBA) mulai 1 Agustus 2026.

Di sisi lain, inflasi ytd Jawa Timur per Agustus 2026 yang sebesar 1,82% terhitung lebih tinggi dibanding periode yang sama pada Agustus 2025 yang berhenti pada angka 1,44%.

Herum membeberkan inflasi ytd berlangsung di seluruh kabupaten/kota IHK, dengan catatan inflasi tertinggi berada di Madiun sebesar 2,07% dan terendah di Banyuwangi sebesar 1,45%.

"Penyumbang utama inflasi ytd adalah sektor transportasi dengan andil terbesar dari komoditas bensin dan tarif angkutan udara. Adapun komoditas penahan inflasi ytd antara lain telur ayam ras, bawang merah, cabai rawit, tomat, dan cabai merah," imbuhnya.

Herum menambahkan hampir seluruh provinsi di Tanah Air turut menangguk inflasi secara ytd pada rentang waktu ini.

Adapun tingkat inflasi tahunan Jawa Timur pada Agustus 2026 yang menyentuh 3,32% juga melampaui rata-rata inflasi nasional sebesar 3,19%.

Seluruh kabupaten/kota IHK di Jawa Timur diterpa inflasi yoy, dengan angka tertinggi di Sumenep sebesar 3,99% dan terendah di Banyuwangi sebesar 2,69%.

"Penyumbang utama inflasi yoy adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta kelompok transportasi, dengan komoditas penyumbang terbesar adalah emas perhiasan. Bila dibandingkan provinsi lain, seluruh provinsi di Indonesia tercatat mengalami inflasi yoy pada Agustus 2026," jelasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index