Penyebab Kulit Makin Sensitif Sinar Matahari Saat Menua

Penyebab Kulit Makin Sensitif Sinar Matahari Saat Menua
Ilustrasi Terpapar Sinar UV [FOTO: NET].

JAKARTA - Sebagian orang mungkin mulai merasakan kondisi kulitnya lebih mudah memerah, perih, atau terbakar usai terpapar paparan matahari sewaktu beranjak ke usia yang lebih senja. Padahal, terpaan sinar matahari dengan intensitas serupa belum tentu memicu reaksi serupa sewaktu masih berusia muda.

Pergeseran alami pada kondisi kulit seiring bertambahnya usia sanggup membuatnya kian rentan mengalami kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet (UV).

Dermatolog sekaligus profesor klinis Dermatology & Cutaneous Surgery dan Psychiatry & Behavioral Sciences di University of Miami, Katlein Franca, menerangkan bahwa dinamika perubahan pada kulit seiring berjalannya usia dapat memengaruhi pola responsnya terhadap paparan sinar matahari.

Mengapa Kulit Makin Sensitif terhadap Matahari?

1. Lapisan Kulit Menipis dan Perbaikan Melambat Seiring bertambahnya usia, epidermis atau lapisan terluar kulit mengalami penipisan. Lapisan dermis yang berada di bawahnya pun turut menipis serta kehilangan kandungan kolagen yang berfungsi menopang struktur kulit.

Proses regenerasi sel kulit juga kian lamban. Melansir Health, laju pergantian sel dari rentang usia 30-an hingga 70-an sanggup merosot hingga separuhnya. Dampaknya, kulit yang mengalami kerusakan imbas sinar UV memerlukan durasi waktu lebih lama untuk memulihkan diri.

Kelompok lansia juga dapat menderita kerusakan DNA akibat paparan UV yang lebih banyak dibandingkan golongan orang yang lebih muda karena mekanisme perbaikan dan penggantian sel berjalan lebih lambat.

Di samping itu, populasi melanosit atau sel pembuat melanin ikut menyusut seiring bertambahnya umur. Padahal, melanin berperan membantu menyerap sekaligus menyebarkan sebagian sinar UV, sehingga berkurangnya pigmen ini memangkas pertahanan alami kulit.

2. Menopause dan Obat-obatan Bisa Memperparah Pada sebagian individu, dinamika perubahan hormon saat menopause turut memengaruhi performa kulit. Merosotnya kadar hormon estrogen dapat mengikis kolagen dan melemahkan benteng pelindung kulit.

Dinamika tersebut menjadikan kulit makin rawan menderita kerusakan imbas terpaan sinar matahari dan stres oksidatif. Oleh karena itu, gejolak perubahan hormon dapat menjadi salah satu pemicu yang membuat kulit bertambah sensitif saat menginjak usia tertentu.

Selain pengaruh hormon, konsumsi obat-obatan tertentu juga mampu memicu fotosensitivitas, yakni kondisi sewaktu kulit lebih rentan memicu reaksi usai terpapar paparan sinar UV.

Dermatolog bersertifikat dari Providence Health and Services, Tanya Nino, menyebutkan reaksi fotosensitivitas umumnya tampak jelas pada area kulit yang terkena sorotan matahari.

“Biasanya muncul dengan batas yang jelas pada area kulit yang terpapar matahari,” terangnya.

Beberapa jenis obat yang sanggup memicu efek fotosensitivitas antara lain antibiotik tertentu, diuretik, obat penurun kolesterol, retinoid, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), hingga beberapa obat pendorong tekanan darah dan terapi pengganti hormon.

3. Langkah untuk Melindungi Kulit dari Matahari Peningkatan sensitivitas kulit seiring bertambahnya usia memang tidak selalu dapat dicegah, terkhusus bila berkaitan dengan perubahan struktur kulit, gejolak hormon, atau pengaruh penggunaan obat tertentu. Kendati demikian, perlindungan dari keterpaparan sinar UV tetap krusial guna menekan risiko kerusakan kulit.

Aplikasikan tabir surya spektrum luas bermuatan SPF minimal 30 dan ulangi pemakaian setiap dua jam sekali, terutama usai berenang atau beraktivitas hingga berkeringat.

Dermatolog Tanya Nino mengingatkan bahwa pemakaian tabir surya hanya sekali tidaklah cukup untuk menjaga efektivitas perlindungan.

“Jika berenang atau berkeringat, perlindungannya berkurang kecuali mengoleskannya kembali,” jelasnya.

Sistem perlindungan juga dapat disempurnakan dengan pemakaian topi bertepi lebar, kacamata hitam, serta pakaian berpotongan longgar yang menutupi permukaan kulit. Usahakan untuk berteduh di area yang rindang sewaktu radiasi sinar UV berada di puncak terkuat, yakni berkisar pukul 10.00 hingga 16.00.

Apabila kulit secara mendadak mengalami reaksi terbakar atau muncul ruam tak biasa usai terpapar matahari, deretan obat-obatan yang tengah dikonsumsi ada baiknya turut diperiksakan bersama dokter, lantaran bisa saja terhubung dengan efek fotosensitivitas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index