JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melaksanakan agenda pembinaan bela negara yang diikuti sebanyak 121 siswa dari kawasan Jabodetabek di Universitas Pertahanan (Unhan) Sentul, Jawa Barat, sejak 5 September hingga 6 Oktober 2026.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menegaskan bahwa agenda pelatihan bela negara ini berbeda dengan Komponen Cadangan (Komcad).
"Perlu kami luruskan, program ini bukan Komponen Cadangan (Komcad) dan bukan pula proses rekrutmen atau pendidikan untuk menjadikan peserta sebagai anggota militer," kata Rico kepada Kompas.com, Kamis (10/9/2026).
Rico memaparkan, pelatihan tersebut merupakan Program Penguatan Nasionalisme siswa/i KKRI menuju Generasi Emas Tahun 2026.
Kegiatan ini berfokus pada pengembangan watak generasi muda melalui penanaman prinsip bela negara, wawasan kebangsaan, Pancasila, rekam jejak sejarah bangsa, budi pekerti, disiplin, pembentukan mental jasmani, serta keterampilan adaptif bagi pemuda.
"Peserta juga mendapat materi literasi digital, keterampilan IT dan desain grafis, dinamika kelompok, hingga pemahaman mengenai bahaya narkoba dan terorisme. Jadi pendekatannya cukup komprehensif, tidak hanya kedisiplinan," ujar Rico.
Rico mengungkapkan, mulanya terdapat 151 calon peserta yang dijadwalkan bergabung, tetapi pada hari pelaksanaan hanya 121 orang yang hadir mengikuti pembekalan.
"Sementara peserta lainnya tidak hadir karena sejumlah alasan seperti kondisi kesehatan, pertimbangan keluarga, maupun hasil verifikasi data," kata dia.
Rico menjelaskan, esensi pelatihan ini menitikberatkan pada pembentukan kepribadian agar pemuda memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kecakapan yang berguna bagi masa depan.
"Karena itu, jangan dipersepsikan sebagai Komcad atau militerisasi pelajar. Bela negara dalam konteks ini adalah membangun kesadaran sebagai warga negara dan menyiapkan generasi muda agar lebih disiplin, produktif, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negaranya," ungkap Rico.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan ratusan pelajar berpartisipasi dalam agenda bela negara di Bogor. Peserta berasal dari beragam area seperti Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, hingga Bekasi.
"Jadi ada program yang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan bersama dengan Polda Metro Jaya untuk memberikan pelatihan bela negara. Memang Jakarta juga ikut mengirimkan dari Tangerang, Bekasi, Tangerang Selatan, Bogor, Depok, dan sebagainya juga ada," kata Pramono saat ditemui di Kawasan Tebet, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Awalnya Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menugaskan 29 pelajar untuk mengikuti program tersebut, tetapi pada akhirnya hanya 27 pelajar yang mengikuti pembekalan.