JAKARTA — Bayi yang lahir lewat operasi caesar tidak memperoleh paparan mikrobiota dari saluran lahir ibu. Kondisi ini membuat sistem pencernaan anak lebih banyak diisi oleh bakteri dari area rumah sakit maupun permukaan kulit ibu. Akibatnya, anak rentan mengalami ketidakseimbangan flora pencernaan atau disbiosis di awal kehidupannya.
Meski demikian, para ibu yang menjalani persalinan caesar tidak perlu risau berlebihan terkait daya tahan tubuh anaknya. Masalah ketidakseimbangan mikroba pada usus bayi tersebut masih bisa dipulihkan melalui penanganan medis dan asupan nutrisi yang tepat.
"Sebenarnya yang pertama kali adalah kami jangan merasa bersalah kalau tindakan caesar itu dilakukan berdasarkan indikasi medis," tutur spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fetomaternal, dr. Febriansyah Darus, Sp.OG, Subsp.KFM., dalam peluncuran Gut and Immunity Council (GIC) di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Memperbaiki kondisi flora usus anak yang lahir melalui prosedur caesar memerlukan pemenuhan nutrisi yang spesifik. Menurut dr. Febriansyah, penanganan terencana ini sangat dibutuhkan demi meminimalkan risiko timbulnya alergi serta gangguan kesehatan di masa depan.
Pemberian nutrisi yang sesuai sejak dini terbukti efektif menyeimbangkan populasi bakteri baik di saluran pencernaan bayi.
Air Susu Ibu (ASI) menjadi nutrisi utama untuk memulihkan ekosistem pencernaan anak. Kolostrum, yaitu cairan ASI pertama yang keluar seusai persalinan, memegang peranan krusial dalam mendukung pertumbuhan bakteri baik.
Kolostrum teruji secara medis mengandung senyawa Human Milk Oligosaccharides (HMO). Zat spesifik ini berfungsi sebagai asupan utama bagi kuman baik di dalam usus bayi.
"Susu pertama kali ibu-ibu lahiran itu, kolostrum, jangan dibuang, (karena) meningkatkan daya tahan tubuh. Kolostrum itu mengandung Human Milk Oligosaccharides," kata dr. Febriansyah.
Ketersediaan gizi dari HMO merangsang perkembangbiakan bakteri komensal yang sebelumnya minim pada saluran cerna bayi caesar. Melalui pemberian ASI yang konsisten, ekosistem mikrobiota usus anak akan berangsur seimbang.
"Jadi pada ibu yang memberikan ASI, nanti dia perkembangan kuman baik tadi lebih baik, dibandingkan ibu yang tidak memberikan ASI," jelas dr. Febriansyah.
Guna diketahui, bakteri komensal merupakan organisme bersel tunggal yang menetap di dalam atau permukaan tubuh inang, yakni sang ibu. Keberadaan mikroba ini sama sekali tidak membahayakan, bahkan kerap memberikan manfaat positif bagi organ yang ditinggalinya.
Bagi ibu yang mengalami kendala medis dalam memberikan ASI eksklusif, dunia medis menyediakan pilihan pendukung berupa intervensi nutrisi biotik. Jenis nutrisi yang diteliti untuk menangani disbiosis pascacaesar yaitu sinbiotik, yakni perpaduan antara prebiotik dan probiotik.
"Intervensi nutrisi berbasis sains, termasuk sinbiotik, dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung kesehatan saluran cerna," ungkap spesialis anak konsultan gastrohepatologi, Dr. dr. Andy Darma, Sp.A, Subsp.GH(K).
Asupan sinbiotik bertujuan merapikan susunan mikrobiota usus anak yang terlanjur didominasi oleh bakteri patogen akibat operasi. Prebiotik bertindak sebagai sumber makanan, sedangkan probiotik menjadi pasokan kuman baik yang dimasukkan ke sistem cerna.
"Nah kalau sinbiotik itu gabungan antara makanan dan kumannya. Inilah yang banyak diteliti oleh orang," kata dr. Febriansyah.
Perpaduan racikan ini terbukti ampuh menyusun ulang kondisi saluran pencernaan agar kembali normal.
"Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sinbiotik dapat membantu memulihkan disbiosis usus pada anak yang lahir secara caesar," papar dr. Andy.
Langkah pemulihan flora cerna bayi caesar mesti dikerjakan secara intensif di rentang 1.000 hari pertama kehidupan. Tahap usia nol sampai tiga tahun merupakan masa sangat krusial sebab susunan ekosistem cerna anak masih mudah dibentuk lewat asupan dari luar.
Segala asupan yang dikonsumsi pada fase kritis ini akan mengubah profil bakteri di dalam organ pencernaan secara langsung. Penanganan yang diterapkan sebelum anak genap berusia tiga tahun amat menentukan fondasi mikrobiota ususnya saat dewasa kelak.
"Kalau caesar itu jelek bakterinya. Tapi kalau tiga tahun pertama kami memberikan support feeding nutrisi yang baik, kami bisa fight di situ, kami perbaiki," ucap dr. Andy.
Sewaktu anak melewati usia tiga tahun, susunan mikrobiota pencertaannya akan berubah menjadi menetap. Profil bakteri pencernaan tersebut kelak amat sulit diubah kembali, sehingga intervensi medis wajib dimaksimalkan sewaktu anak masih balita.