OJK: Total Kelolaan Bullion Bank Tembus Lebih dari 150 Ton Emas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 23:45:01 WIB
Pegawai menunjukan emas batangan [FOTO: NET].

JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total aset kelolaan ekosistem kegiatan usaha bullion bank telah melampaui angka 150 ton emas. Kendati demikian, hingga saat ini baru ada dua lembaga jasa keuangan yang resmi mengantongi izin operasional untuk menyelenggarakan bisnis bullion tersebut, yakni PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) dan PT Pegadaian (Persero).

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman menerangkan, angka kelolaan itu mencakup bermacam-macam fasilitas dalam ekosistem emas, mulai dari tabungan, penitipan, fasilitas pembiayaan, hingga aktivitas transaksi jual-beli emas.

“Perkembangan kegiatan usaha bulion menunjukkan tren yang positif. Saat ini total kelolaan ekosistem emas telah mencapai lebih dari 150 ton emas,” kata Agusman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8/2026).

Walaupun sektor bisnis tersebut memperlihatkan tren yang menggembirakan, pihak OJK membeberkan belum terdapat entitas jasa keuangan lain yang mengamankan izin penyelenggaraan kegiatan usaha bullion selain BSI dan Pegadaian.

“Selain BSI dan Pegadaian, saat ini belum terdapat lembaga jasa keuangan lain yang memperoleh izin penyelenggaraan kegiatan usaha bulion,” ungkapnya.

Agusman menuturkan bahwa akselerasi ekosistem bullion terus digodok bersama kementerian/lembaga terkait serta para pelaku industri. Langkah strategis ini sejalan dengan Peta Jalan (Roadmap) Ekosistem dan Kegiatan Usaha Bulion 2026—2031.

Ke depannya, OJK memproyeksikan kegiatan usaha bullion bakal tetap mencatatkan ekspansif secara positif, seiring melonjaknya minat masyarakat terhadap komoditas emas dan semakin solidnya infrastruktur ekosistem bullion di tingkat nasional. Namun demikian, Agusman menggarisbawahi bahwa pengembangan ekspansi bisnis ini tetap wajib diiringi dengan mitigasi manajemen risiko, penerapan prinsip kehati-hatian, serta tata kelola yang transparan.

Dalam catatan Bisnis, Presiden RI Prabowo Subianto sempat membeberkan bahwa bank emas atau bullion bank telah mengelola 153 ton emas dengan kalkulasi nilai mencapai US$20 miliar pasca-setahun beroperasi. Informasi tersebut diutarakan Prabowo sewaktu memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Senin (20/7/2026).

Prabowo mengutarakan bahwa Indonesia telah sukses meresmikan pembentukan bank emas pada 2025.

“Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, pun punya bank emas, bullion, yang sekarang sudah mengelola 153 ton emas. Sudah mengelola dan 153 ton emas ini nilainya berapa, Pak Rosan [CEO Danantara Rosan Roeslani]? US$20 miliar,” ujar Prabowo.

Prabowo menjabarkan bahwa pencapaian tersebut menjadi modal kekuatan ekonomi Indonesia yang turut menyita perhatian dunia. Prabowo pun optimistis pada tahun-tahun mendatang performa capaian bullion bank bakal kian meningkat.

“Jadi kita ternyata diam-diam kita telah mencapai prestasi-prestasi yang berskala dunia. Saya kira boleh dicek, bank mana, bank emas mana yang mengelola 153 ton emas dalam 1 tahun?” katanya.

Terkini