Jumlah Pengguna Bank Jago di Bibit dan Stockbit Tembus 3,6 Juta Nasabah

Jumat, 07 Agustus 2026 | 23:53:01 WIB
Head of Wealth Management Bank Jago Nyoman Sukmawati dan Head of PR & Corporate Communication Bibit & Stockbit William dalam Forum Jurnalis Jagoan (FJJ) di Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).

JAKARTA - Jumlah pengguna PT Bank Jago Tbk. (ARTO) yang terhubung dengan ekosistem Bibit dan PT Stockbit Sekuritas Digital (Stockbit) terus mengalami peningkatan hingga Juli 2026.

Head of Wealth Management Bank Jago Nyoman Sukmawati mengungkapkan, saat pertama kali berkolaborasi pada akhir 2025, sebanyak 1,2 juta pengguna telah terhubung dalam ekosistem Bank Jago, Bibit, dan Stockbit.

“Itu terus bertumbuh sampai kami di posisi Juli [2026], kami sudah memiliki 3,6 juta nasabah yang terkoneksi di dalam ekosistem Jago, Bibit, dan Stockbit,” kata Nyoman dalam Forum Jurnalis Jagoan (FJJ) di Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).

Sepanjang semester I/2026, Nyoman mengungkapkan bahwa total pengguna Bank Jago telah mencapai 14,7 juta pengguna.

Melihat potensi yang sangat besar itu, pihaknya kian gencar melakukan sosialisasi agar semakin banyak nasabah Bank Jago masuk ke dalam ekosistem tersebut.

Bank Jago bersama Bibit dan Stockbit juga menghadirkan beragam inovasi yang dapat memudahkan nasabah memulai dan mengembangkan investasi di instrumen keuangan dan pasar modal yang saling terintegrasi.

“Jadi terus kami perkenalkan berbagai inovasi sehingga nasabah juga makin terbuka dan makin bisa mendapatkan inspirasi baru nih untuk melakukan investasi,” ujarnya.

Di sisi lain, nasabah menunjukkan minat terhadap berbagai instrumen investasi sesuai kebutuhan dan profil risiko masing-masing.

Berdasarkan jenis instrumen, portofolio investasi nasabah Bank Jago yang dikelola melalui Bibit dan Stockbit saat ini terdiri dari saham (48,4 persen), reksa dana (38,6 persen), dan obligasi (13 persen).

Dari volume transaksi, saham mendominasi sebesar 88 persen, disusul reksa dana sekitar 11,9 persen, dan sisanya obligasi.

Menurut Head of PR & Corporate Communication Bibit & Stockbit William, kolaborasi lima tahun ini berlangsung di tengah tren investasi Indonesia yang terus berkembang, terutama dengan meningkatnya partisipasi investor ritel dan generasi muda yang menjadikan investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

Per akhir semester I/2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor hampir mencapai 30 juta.

“Investasi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya generasi muda, dalam rangka memiliki kesehatan finansial dan masa depan yang lebih baik. Karena itulah, kolaborasi Bibit-Stockbit bersama Bank Jago dalam menghadirkan pengalaman investasi yang aman, mudah dipahami, dan terintegrasi menjadi sangat penting dan relevan,” jelas William.

Saat ini, Bibit dan Stockbit telah melayani lebih dari 10 juta pengguna dengan hampir 90 persen di antaranya merupakan generasi milenial dan Z.

Hal ini menunjukkan tingginya penggunaan platform investasi digital di kalangan usia produktif.

Kemudahan integrasi dengan Bank Jago, termasuk proses pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN), turut mendukung peningkatan partisipasi masyarakat yang mengakses pasar modal.

Menurut William, kolaborasi ini bukan hanya mengenai integrasi bisnis dan teknologi, tetapi memberikan pilihan investasi sesuai dengan profil risiko, kondisi keuangan, dan tujuan keuangan tiap individu.

“Fitur Nabung Rutin hasil kolaborasi dengan Bank Jago juga terbukti membantu masyarakat Indonesia membangun disiplin berinvestasi,” tambah William.

Sejalan dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat dari sekadar mengelola keuangan harian menjadi pengembangan aset, Bank Jago terus berinovasi dan memperkuat perannya sebagai bank pilihan investor ritel.

Salah satunya lewat tampilan portofolio investasi di Aplikasi Jago yang memungkinkan nasabah melihat seluruh portofolio investasi yang tersebar di berbagai platform dan terkoneksi dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam satu tampilan.

Ke depan, Bank Jago akan memperdalam kolaborasi strategis dengan ekosistem keuangan yang ada serta memperluas kemitraan untuk berbagai produk investasi baru.

Selain reksa dana, saham, dan obligasi yang tersedia saat ini, Bank Jago terus melihat potensi pengembangan pilihan investasi lainnya di masa depan sejalan dengan kebutuhan nasabah, dinamika pasar, dan perkembangan digital.

Terkini