Kepala Bappenas Minta MotoGP Dihubungkan dengan Kawasan Pariwisata

Jumat, 14 Agustus 2026 | 23:54:01 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy.

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menegaskan bahwa gelaran MotoGP di Mandalika wajib menyatu dengan kawasan pariwisata secara utuh, guna menghadirkan efek berganda bagi kebangkitan ekonomi daerah maupun nasional.

“Pemerintah siap mendukung, dan ini nanti akan menjadi ekosistem yang dapat mengentaskan kemiskinan. Namun, daerahnya juga perlu disiapkan. Jangan sampai masyarakat di sekitar kawasan hanya menjadi penonton,” ujar Rachmat Pambudy saat bertemu perwakilan Injourney Tourism Development Corporation (ITDC), dari keterangan resmi, di Jakarta, Jumat.

Rachmat Pambudy menggarisbawahi bahwasanya perhelatan balap MotoGP bukan sebatas hitung-hitungan laba rugi secara langsung, melainkan sarana strategis jangka panjang demi masa depan negara.

Pelaksanaan ajang balapan kelas dunia MotoGP di Mandalika dinilai sebagai pijakan penting dalam strategi pemulihan ekonomi nasional lewat sektor pariwisata olahraga.

Berdasarkan analisis Kementerian PPN/Bappenas bersama pihak ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), perhelatan ini terbukti memberi dampak ekonomi bermakna bagi perekonomian nasional dan daerah, sekaligus mengangkat citra Indonesia di mata dunia.

Di dalam forum tersebut, turut digarisbawahi pentingnya andil pemerintah guna menjamin kelangsungan ajang berskala internasional ini. Peningkatan industri olahraga lewat pola inkubasi, yakni skema pendanaan secara berjenjang, turut dipaparkan sebagai pilihan kebijakan terbaik untuk memacu keberlanjutan serta kemandirian bisnis.

“Sinergi lintas sektor, mulai dari kementerian terkait hingga pemerintah daerah, menjadi kunci utama agar ekosistem ini terbangun secara kokoh dan berkelanjutan,” kata Menteri PPN.

Terkini