Pertamina Eco RunFest 2026 Target 14 Ribu Pelari, Usung Kampanye Kelola Sampah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24:00 WIB

DAILYENERGI.COM — Pertamina mengangkat isu lingkungan sebagai tema utama dalam perhelatan lari tahunannya. Lewat kampanye yang dimulai tiga bulan sebelum hari-H, perusahaan ingin mengubah kebiasaan pelari yang kerap membuang sampah sembarangan saat berlomba.

"Kami menargetkan 14 ribu pelari dan sekitar 10 ribu penonton. Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana mengukur dampak dari kegiatan ini. Selama kurang lebih tiga bulan, kami bersama seluruh kolaborator berupaya menumbuhkan awareness di kalangan masyarakat, khususnya komunitas pelari, mengenai pentingnya kepedulian terhadap lingkungan," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Eco Jersey dari Tutup Botol dan Sistem Poin

Pertamina menyiapkan tujuh inisiatif utama dalam gelaran tahun ini. Salah satunya adalah penggunaan Eco Jersey yang bahan dasarnya berasal dari tutup botol daur ulang, serta program Eco Innovation yang akan diumumkan pada Desember 2026.

"Tahun ini kami ingin membuktikan bahwa Eco RunFest bukan sekadar event lari, tetapi benar-benar memiliki hubungan dan dampak nyata terhadap lingkungan. Kami ingin membuktikannya dalam bentuk yang lebih konkret kepada stakeholders, pelari, maupun partner," jelas Baron.

Panitia juga menyiapkan sistem poin bagi peserta aktif selama masa sosialisasi. Race Director Pertamina Eco RunFest 2026, Reza Puspo, mengatakan pembiasaan ini bertujuan mengubah pola pikir pelari agar tidak bergantung pada botol plastik sekali pakai.

"Kami akan menyediakan titik refill bagi peserta yang membawa botol minum sendiri. Kami juga akan menggunakan gelas yang dapat digunakan kembali atau material yang lebih ramah lingkungan," kata Reza.

Edukasi Lingkungan untuk Pelari Muda

Ketua Komisi Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Setyo Haryo W., menyoroti bahwa olahraga lari tertinggal dari cabang lain dalam hal kepedulian kebersihan. Ia mencontohkan atlet triathlon yang bisa terkena penalti jika membuang sampah saat bersepeda.

"Dalam lomba lari atau maraton, kita masih sering melihat pelari membuang sisa gel, gelas, atau sampah lainnya sembarangan. Edukasi ini bukan hanya untuk atlet profesional, tetapi untuk semua pelari dan sejak usia muda," ujarnya.

Dukungan Pemprov DKI untuk Sport Tourism

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta, Andri Yansyah, menilai ajang ini memperkuat posisi ibu kota sebagai destinasi sport tourism. Ia menyebut event seperti ini mampu menggerakkan roda perekonomian lokal secara luas.

"Jakarta bukan hanya menjadi pusat ekonomi dan hiburan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai destinasi sport tourism. Event seperti Pertamina Eco RunFest memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan industri olahraga di Jakarta," kata Andri.

Seluruh pendapatan dari tiket masuk Eco RunFest 2026 akan dialokasikan untuk program pemulihan lingkungan. Hasil penggunaannya pun akan dipublikasikan secara terbuka kepada publik.

"Teman-teman bisa melihat berapa hasil yang kami peroleh, digunakan untuk kegiatan apa, dan memastikan bahwa semuanya benar-benar ditujukan untuk kegiatan lingkungan," pungkas Baron.

Terkini