DAILYENERGI.COM — Habibie Mahabbah resmi memimpin DPP Pemuda LIRA untuk lima tahun ke depan. Pria yang sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal ini terpilih secara aklamasi dalam Munas III yang digelar di Hotel New Ayuda, Bogor, Jawa Barat, pada 26-27 Agustus 2026.
Keputusan aklamasi itu mencerminkan kepercayaan penuh pemilik suara terhadap Habibie untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dari Adam Irham. Dalam sambutannya, Habibie menyebut amanah ini bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab membawa Pemuda LIRA lebih solid dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Konflik KNPI Jadi Sorotan Utama
Di luar agenda organisasi, Habibie menyoroti persoalan yang lebih luas: fragmentasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang hingga kini terpecah menjadi lima kubu. Ia menilai konflik yang tak kunjung selesai ini telah menguras energi anak muda Indonesia.
“Kasihan energi pemuda Indonesia terkuras di situ. Padahal potensi anak muda Indonesia perlu disatukan dalam bingkai persatuan pembangunan nasional untuk mengejar Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Menurut Habibie, target Indonesia Emas 2045 sulit diwujudkan jika bonus demografi justru terserap dalam konflik internal organisasi kepemudaan. Upaya penyelesaian mandiri yang dilakukan selama bertahun-tahun dinilainya belum membuahkan titik temu.
Dorong Pemerintah Fasilitasi Rekonsiliasi
Habibie yang merupakan alumni Bendahara Umum PB HMI dan mantan Wakil Sekretaris Jenderal DPP KNPI menilai persoalan ini sudah membutuhkan campur tangan negara. Ia mendorong Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir turun tangan memfasilitasi pertemuan seluruh pihak yang berkonflik.
“Anak muda perlu bantuan negara untuk menyelesaikan konflik ini,” katanya.
Habibie menekankan pemerintah tidak perlu mengambil alih organisasi, cukup berperan sebagai fasilitator yang mempertemukan semua pimpinan untuk mencari jalan keluar bersama.
Munas Tuntaskan Agenda Organisasi
Selain pemilihan ketua umum, Munas III Pemuda LIRA juga menyepakati pembentukan Tim Formatur untuk menyusun kepengurusan periode mendatang. Tim ini terdiri dari ketua umum terpilih, ketua umum sebelumnya, dua unsur DPW LIRA, dan satu unsur DPD LIRA.
Pimpinan sidang Munas berasal dari berbagai unsur kepengurusan, di antaranya H. Asep Komarudin dari LIRA Jawa Barat, Muslih dari DPP Pemuda LIRA, Muhammad Gurium dari LIRA Maluku, Daniel Saragih dari LIRA Riau, serta Melan Maulana dari LIRA Sukabumi.
Dengan pengalaman organisasi yang panjang, Habibie dinilai memahami dinamika Pemuda LIRA di tingkat nasional maupun daerah. Ia kini mengemban tugas menyatukan energi pemuda dalam menghadapi tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.