GIIAS Surabaya 2026: 15 Merek China Serbu Pasar EV, Jepang Pilih Hati-hati

Senin, 31 Agustus 2026 | 03:45:00 WIB

DAILYENERGI.COM — Peta persaingan industri otomotif nasional kembali terpotret jelas di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya. Dari 27 jenama mobil yang hadir di Convention Hall Grand City, 15 di antaranya berasal dari China—BAIC, BYD, Changan, Chery, GAC AION, Geely, GWM, iCAR, Omoda Jaecoo, JETOUR, Leapmotor, Lepas, Wuling, Xpeng, hingga Foton. Mayoritas dari mereka hanya membawa kendaraan listrik murni (BEV) dengan banderol Rp 160 juta sampai Rp 1 miliar.

Situasi berbanding terbalik dengan kubu Jepang. Enam merek—Daihatsu, Honda, Mazda, Mitsubishi, Suzuki, dan Toyota—justru lebih banyak memajang mobil hybrid dan konvensional. Hanya Honda dan Toyota yang berani memamerkan mobil listrik, itupun masing-masing satu unit.

Honda Super-ONE Laris Manis, Jatah Surabaya Cuma 10 Unit

Minat pasar terhadap EV buatan Jepang sebenarnya tinggi. Honda Super-ONE yang dipamerkan dengan harga on the road Rp 445 juta (warna spesial Rp 455 juta) di Surabaya menjadi salah satu primadona. Padahal di GIIAS BSD City akhir Juli lalu, harganya lebih murah Rp 7 juta.

Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengungkapkan, permintaan global untuk model ini mencapai 15.000 unit, sementara kapasitas pabrik di Jepang baru mampu memproduksi 12.000 unit. Indonesia sendiri kebagian jatah 100 unit, dengan alokasi khusus Surabaya hanya 10 unit.

"Jepang itu berhati-hati, melihat penerimaan terhadap Super-ONE tentu menjadi pertimbangan besar untuk menambah kuota mendatang," ujar Billy di area pajang PT Honda Surabaya Center, Sabtu (29/8/2026).

Dari 180 pemesan di Indonesia, 80 orang dipastikan harus menunggu. Presiden Direktur Honda Surabaya Center Ang Hoey Tiong menambahkan, 18 konsumen Surabaya sudah antre, namun baru 10 yang bisa dilayani.

Konsumen Menunggu Perang Harga EV Makin Panas

Spektrum pilihan yang lebar membuat calon pembeli seperti Christian (32) dan istrinya kebingungan memilih. Warga Surabaya Timur ini sempat tertarik pada Wuling Aira EV yang dilepas Rp 162 juta untuk varian standard range 205 kilometer, dan Rp 181 juta untuk long range 301 kilometer.

"Menarik sekali harganya, perang harga ini yang menikmati ya konsumen. Mungkin setahun ke depan, harga EV bisa lebih murah lagi," kata Christian yang juga melirik Honda Super-ONE namun sudah telat memesan.

Strategi China yang datang dengan harga agresif memang menekan pemain lama. Honda dan Toyota yang notabene penguasa pasar selama puluhan tahun kini harus berhadapan dengan lini produk EV yang harganya bisa setengah dari mobil Jepang sekelas.

Keputusan Jepang untuk fokus ke hybrid dinilai sebagai langkah transisi yang lebih aman, menunggu infrastruktur pengisian daya dan penerimaan pasar terhadap EV makin matang. Namun, dengan agresivitas China yang terus menggenjot volume, pertarungan pangsa pasar di tahun-tahun mendatang diprediksi semakin sengit.

Terkini