DAILYENERGI.COM — PT KAI Commuter bersama KAI Daop 1 Jakarta resmi memulai pekerjaan integrasi Stasiun Sudirman Baru/BNI City dengan Stasiun Karet. Pengumuman ini disampaikan Senin (31/8/2026), sehari sebelum peralihan layanan diberlakukan.
Mulai 1 September 2026, layanan naik dan turun penumpang di Stasiun Karet dipindahkan seluruhnya ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City. Perubahan ini bersifat sementara, mengikuti durasi proyek yang berjalan hingga akhir tahun.
Naik-Turun di Stasiun Karet Ditutup Empat Bulan
Selama periode 1 September—31 Desember 2026, pengguna KRL tidak bisa lagi naik maupun turun di Stasiun Karet. Seluruh aktivitas boarding dan alighting dialihkan ke stasiun BNI City yang berada tidak jauh dari lokasi Stasiun Karet.
Penumpang yang selama ini mengandalkan Stasiun Karet sebagai titik berhenti harus memperhitungkan ulang perjalanannya. Mereka yang datang dari arah Bogor, Depok, atau Bekasi perlu turun di BNI City terlebih dahulu, lalu melanjutkan dengan moda lain menuju kawasan Karet atau Sudirman.
KAI Commuter memastikan penunjuk arah dan informasi peralihan akan tersedia di area stasiun agar penumpang tidak tersesat di hari-hari pertama transisi.
Integrasi Demi Keselamatan dan Penataan Kawasan
Proyek ini bukan sekadar penggabungan dua stasiun secara fisik. Direktur Utama KAI Commuter, Purnomo Sidi, menegaskan integrasi dirancang dengan prinsip kehati-hatian karena Stasiun Karet telah menjadi bagian dari rutinitas harian pengguna dan masyarakat sekitar.
"Selama proses pekerjaan integrasi ini disiapkan dengan prinsip kehati-hatian karena Stasiun Karet telah menjadi bagian dari aktivitas harian pengguna Commuter Line dan masyarakat sekitar stasiun," ujar Purnomo, Senin (31/8/2026).
Tujuan proyek mencakup tiga aspek utama: penataan alur pelanggan yang lebih efisien, penguatan keselamatan operasi, serta pembenahan akses di kawasan sekitar stasiun. Semuanya bermuara pada peningkatan layanan Commuter Line Jabodetabek secara menyeluruh.
Dampak Jangka Panjang bagi Pengguna
Setelah integrasi rampung pada akhir Desember 2026, alur pergerakan penumpang antara Stasiun Karet dan BNI City akan menyatu dalam satu sistem yang lebih tertata. Pengguna tidak lagi beralih di dua titik terpisah, melainkan melalui satu stasiun terpadu.
Manfaat paling terasa adalah keselamatan operasi yang lebih kuat — meminimalkan pergerakan penumpang yang berpotensi membahayakan di area peron dan lintasan. Penataan akses di sekitar stasiun juga diharapkan mengurangi kepadatan di jam sibuk.
Meski empat bulan pertama akan terasa merepotkan bagi pengguna harian, hasil akhir integrasi ini menjadi fondasi penting untuk pengalaman naik KRL Jabodetabek yang lebih nyaman di tahun-tahun berikutnya.