Asian Games 2026: Erick Thohir Minta 432 Atlet Fokus di 21 Hari Terakhir Jelang Keberangkatan ke Jepang

Asian Games 2026: Erick Thohir Minta 432 Atlet Fokus di 21 Hari Terakhir Jelang Keberangkatan ke Jepang

DAILYENERGI.COM — Jakarta, InfoPublik — Sebanyak 432 atlet dari 35 cabang olahraga akan memperkuat kontingen Indonesia pada Asian Games 2026 yang berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Pesan tersebut disampaikan Erick saat menghadiri acara Tim Indonesia Day: Menjaga Merah Putih bersama Wamenpora Taufik Hidayat di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8/2026) malam.

Target Emas Turun, Bukan karena Tekanan

Pemerintah sebelumnya menargetkan Indonesia mempertahankan raihan tujuh medali emas seperti edisi sebelumnya. Namun, tiga nomor yang menjadi sumber emas dipastikan tidak dipertandingkan pada Asian Games 2026, sehingga target disesuaikan menjadi empat medali emas.

“Sekarang jadi targetnya empat. Ya kita berusaha dan kita lihat nanti seperti apa pencapaiannya,” kata Erick. Ia menegaskan angka tersebut bukan untuk membebani atlet, melainkan sebagai arah perjuangan agar mereka tetap fokus pada proses pertandingan.

Menjaga Kekompakan Ekosistem Olahraga Nasional

Erick mengingatkan bahwa perjuangan menuju panggung Asia tidak hanya soal kemampuan teknis. Fokus, mental, disiplin, dan pengorbanan yang dibangun selama pemusatan latihan menjadi modal utama yang harus dijaga bersama.

“Intinya saya mengingatkan mereka, yuk sama-sama kita jaga. Ini sebuah kesempatan buat kita semua, 21 hari ini nanti adalah saat mereka melakukan kompetisi. Saya harapkan mereka bisa fokus,” ujarnya.

Ia meminta seluruh ekosistem olahraga nasional—Kemenpora, Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Chef de Mission (CdM), hingga federasi cabang—menjaga kekompakan. Sebagian atlet bahkan telah mengorbankan waktu bersama keluarga, pendidikan, dan masa muda demi mengibarkan Merah Putih di ajang internasional.

Bonus dan Pendampingan Finansial untuk Atlet

Pemerintah memastikan bonus bagi peraih medali telah disiapkan. Selain itu, pendampingan literasi finansial akan diberikan agar penghargaan tersebut dikelola dengan baik untuk masa depan atlet.

“Saya rasa berjuang dahulu, baru kita bicara bonus. Karena olahraga itu tidak hanya sekadar bonus-bonus, tetapi bagaimana para atlet ini bisa juga berjuang dan pasti bonus ada,” tegas Erick.

Pelatnas Jangka Panjang dan Dukungan Publik

Chef de Mission Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, melaporkan bahwa Tim Indonesia Day menjadi momentum mempertemukan atlet dan ofisial sebelum keberangkatan. Acara ini juga menjadi ajang mengajak masyarakat memberikan dukungan penuh.

“Di bulan kemerdekaan ini kami juga ingin mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada tim kontingen Indonesia. Kita harus memberikan dukungan yang luar biasa sebagai penyempurnaan dari perjalanan panjang persiapan mereka yang sudah dilakukan,” ujar Todotua.

Erick menambahkan, pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jangka panjang menjadi bagian dari transformasi pembinaan olahraga nasional. Program ini dirancang untuk mempersiapkan atlet menghadapi SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade secara berkelanjutan.

“Pelatnas untuk Asian Games sudah berjalan dengan baik. Setelah Asian Games sudah ada dimulai pendanaan untuk SEA Games dan tentu Olimpiade,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Erick bersama para atlet mengikuti rangkaian kegiatan penyemangat kontingen dan menyalakan Obor Satu Semangat Indonesia secara simbolis. Sebelum bertolak ke Jepang, Tim Indonesia akan dikukuhkan dan dilepas langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index