Transaksi QRIS Wisman di Kepri Melonjak, Malaysia Capai 345.795 Transaksi

Rabu, 16 September 2026 | 12:37:00 WIB

DAILYENERGI.COM — Transaksi QRIS lintas negara oleh wisatawan Malaysia di Kepulauan Riau menembus 345.795 transaksi dengan nilai Rp121,06 miliar hingga Juli 2026, naik 532 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini menjadikan Malaysia dan Singapura sebagai dua pengguna terbesar QRIS cross border di wilayah tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau Rony Widijarto menyatakan pertumbuhan transaksi QRIS lintas negara menjadi penanda meningkatnya adopsi pembayaran digital di kalangan wisatawan asing. Data BI Kepri mencatat volume transaksi pengguna Malaysia pada periode Januari–Juli 2026 mencapai 345.795 transaksi, sementara nominalnya melonjak 636 persen menjadi Rp121,06 miliar.

Angka itu melanjutkan tren kenaikan yang sudah terlihat sejak dua tahun terakhir. Pada 2024, transaksi QRIS cross border pengguna Malaysia baru tercatat 30.009 transaksi dengan nilai Rp7,86 miliar. Setahun kemudian, jumlahnya naik menjadi 186.116 transaksi dengan nominal Rp55,38 miliar.

Malaysia dan Singapura Kuasai Transaksi Inbound

Selain Malaysia, wisatawan Singapura tercatat semakin aktif memakai QRIS selama berada di Kepri. Hingga Juli 2026, transaksi pengguna Singapura mencapai 41.121 transaksi dengan nominal Rp16,50 miliar, tumbuh 259 persen secara volume dan 304 persen secara nominal dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kedua negara itu mendominasi transaksi QRIS cross border inbound di Kepri, sejalan dengan posisi mereka sebagai penyumbang kunjungan wisatawan terbesar ke wilayah tersebut.

"Transaksi QRIS cross border di Kepri menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun," kata Rony dalam kegiatan Bincang Bareng Media di Kantor BI Kepri, Selasa (15/9).

China dan Thailand Mulai Tercatat, Korsel Baru Menggeliat

Pengguna QRIS dari sejumlah negara lain juga mulai tercatat, meski volumenya masih jauh di bawah Malaysia dan Singapura. Transaksi wisatawan China sejak Mei hingga Juli 2026 mencapai 72.670 transaksi dengan nilai Rp32,20 miliar.

Adapun pengguna Thailand hingga Juli 2026 tercatat 1.522 transaksi dengan nominal Rp145,85 juta. Sementara transaksi pengguna Korea Selatan yang mulai terdata sejak April 2026 baru mencapai 90 transaksi dengan nilai Rp31,46 juta hingga Juli.

Rony menilai pertumbuhan itu memperlihatkan QRIS makin diterima sebagai alat bayar bagi wisatawan asing saat berbelanja, makan, dan bertransaksi di berbagai sektor ekonomi Kepri.

Dorongan bagi Sektor Pariwisata dan UMKM

Peningkatan transaksi QRIS lintas negara berdampak langsung pada pelaku usaha lokal, terutama UMKM dan pedagang di kawasan wisata. Pembayaran berbasis kode itu memangkas kebutuhan penukaran uang tunai dan mempercepat penyelesaian transaksi.

BI Kepri mencatat nilai transaksi Malaysia yang naik dari Rp7,86 miliar pada 2024 menjadi Rp121,06 miliar hingga Juli 2026 sebagai salah satu pertumbuhan tercepat di antara pengguna QRIS cross border di wilayah itu. Pertumbuhan serupa diharapkan berlanjut seiring bertambahnya negara yang terhubung dengan sistem QRIS.

"Pertumbuhan transaksi tersebut menunjukkan QRIS semakin digunakan sebagai sarana pembayaran bagi wisatawan asing ketika melakukan berbagai aktivitas ekonomi di Kepri," ujar Rony.

Terkini