Pengadilan Den Haag Bacakan Putusan Hashim Thaci Hari Ini, Jaksa Tuntut 45 Tahun

Rabu, 16 September 2026 | 16:20:00 WIB

DAILYENERGI.COM — Pengadilan Khusus Kosovo di Den Haag membacakan putusan terhadap mantan Presiden Hashim Thaci dan tiga mantan komandan Tentara Pembebasan Kosovo (KLA) pada Rabu (16/9/2026) pukul 10.00 waktu setempat. Jaksa menuntut hukuman 45 tahun penjara bagi Thaci, 58 tahun, atas dakwaan pembunuhan dan penyiksaan selama konflik 1998-1999. Seluruh terdakwa membantah semua dakwaan.

Majelis hakim diperkirakan membutuhkan waktu sedikitnya satu jam untuk membacakan putusan lengkap di Kosovo Specialist Chambers, Den Haag. Thaci dan tiga mantan komandan KLA didakwa terlibat pembunuhan serta penyiksaan selama konflik berdarah saat Kosovo memisahkan diri dari Serbia pada dekade 1990-an.

Jaksa menyatakan lebih dari 100 lawan politik dan orang-orang yang dianggap bekerja sama dengan aparat keamanan Serbia tewas dibunuh oleh pasukan KLA selama konflik. Karena kekhawatiran terhadap intimidasi saksi, banyak kesaksian dihadirkan secara tertutup.

Pendukung Berkumpul di Luar Ruang Sidang

Puluhan pendukung Thaci berkumpul di luar gedung pengadilan menjelang pembacaan putusan. Mereka meneriakkan "UCK" — akronim bahasa Albania untuk Ushtria Çlirimtare e Kosovës atau Tentara Pembebasan Kosovo — sambil mengibarkan bendera KLA.

Di lokasi lain di kota yang sama, sekitar 1.000 warga Kosovo keturunan Albania berkumpul menyaksikan pembacaan putusan melalui layar besar. Sejumlah kota di Kosovo telah memasang layar serupa yang menampilkan hitung mundur menuju sidang, dan bendera KLA terlihat dikibarkan di jalan-jalan utama.

Dakwaan dan Pembelaan Thaci

Pengacara Thaci menyatakan tuduhan terhadap kliennya tidak berdasar dan menilai proses hukum ini sebagai upaya menulis ulang sejarah. Mereka berpendapat tidak ada bukti yang secara langsung menghubungkan Thaci dengan kejahatan yang didakwakan maupun membuktikan bahwa ia mengendalikan komandan-komandan KLA lainnya.

Kelompok KLA merupakan pasukan yang pernah bertempur melawan tentara Serbia. Bagi banyak warga Kosovo keturunan Albania, Thaci tetap dipandang sebagai tokoh yang dihormati, sementara pengadilan tersebut sangat tidak populer di Kosovo.

Ketegangan dan Pengamanan Jelang Putusan

Putusan ini menjadi perhatian besar di Kosovo dan Serbia. Warisan konflik 1998-1999 serta deklarasi kemerdekaan Kosovo pada 2008 masih menjadi sumber ketegangan antara warga Kosovo keturunan Albania dan etnis Serbia.

Kepolisian Kosovo mengatakan telah melakukan persiapan bersama pasukan penjaga perdamaian asing untuk mengantisipasi kemungkinan aksi protes berubah menjadi kekerasan. Amerika Serikat dan sejumlah kedutaan besar lainnya mengimbau warga mereka menghindari kerumunan.

Latar Belakang Pengadilan Khusus

Kosovo Specialist Chambers yang berkedudukan di Den Haag dibentuk pada 2015 setelah mendapat tekanan internasional. Pengadilan tersebut bertugas mengadili mantan anggota KLA atas dugaan kejahatan selama dan setelah perang.

Terkini