PT Timah Mulai Olah Logam Tanah Jarang dari Sisa Produksi Timah

Jumat, 18 September 2026 | 13:46:00 WIB

DAILYENERGI.COM — PT Timah Tbk mulai memproses pengelolaan mineral logam tanah jarang (LTJ) yang berasal dari aktivitas pertambangan timah, setelah sebelumnya tidak mendapat mandat untuk menggarap komoditas strategis tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mengoptimalkan sisa hasil produksi (SHP) timah yang selama ini belum dikelola maksimal.

"Jadi kami laporkan sebelumnya kami tidak diberi tugas untuk melakukan pengelolaan mineral tanah jarang, tetapi di kotak yang paling kanan atas itu, jadi kami sudah mulai memproses untuk melakukan pengelolaan mineral tanah jarang," kata Restu dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Kamis (17/9/2026).

Kenapa Timah Jadi Pemain Kunci

Restu menegaskan sebagian besar bahan baku untuk pengelolaan mineral tanah jarang terdapat dalam kegiatan penambangan timah. Posisi itu membuat Timah punya peran penting dalam rantai pasok industri LTJ nasional.

"Karena sebagian besar bahan untuk pengelolaan mineral tanah jarang ada di penambangan timah," ujar dia.

Perusahaan juga mulai mengoptimalkan slag atau sisa hasil produksi yang sebelumnya belum dikelola secara maksimal. Slag dari aktivitas peleburan timah selama ini menumpuk dan belum dimanfaatkan untuk komoditas bernilai tinggi.

Bukan Pekerjaan Mudah

Restu mengakui pengelolaan mineral tanah jarang menghadapi tantangan teknis yang tidak ringan. Meski begitu, ia optimistis perusahaan bisa menjalankannya dengan dukungan sumber daya yang dimiliki Timah.

"Dan ini sangat challenging, tetapi kami yakin dengan sumber daya yang ada di Timah, dengan support dari kementerian-kementerian terkait termasuk dari DPR, itu membuat kami yakin," katanya.

Dukungan juga datang dari Badan Industri Mineral (BIM) serta Perminas. Dalam skema ini, Perminas memegang mandat mengelola mineral tanah jarang dari hulu sampai hilir.

"Perminas ini yang mendapat mandat untuk mengelola mineral tanah jarang dari hulu sampai ke hilirnya. Tapi kami dalam hal ini secara langsung menjadi penyedia bahan baku untuk industri mineral tanah jarang," kata Restu.

Posisi Timah dalam Rantai Pasok LTJ

Logam tanah jarang menjadi bahan baku krusial untuk magnet permanen, komponen kendaraan listrik, turbin angin, hingga peralatan elektronik. Selama ini Indonesia masih bergantung pada impor untuk kebutuhan komoditas tersebut.

Masuknya Timah ke sektor pengolahan LTJ membuka peluang penguatan rantai pasok domestik. Perusahaan berperan sebagai pemasok bahan baku, sementara pengolahan hilir dipegang Perminas.

Langkah ini juga sejalan dengan agenda hilirisasi mineral yang didorong pemerintah. Pemanfaatan SHP timah menjadi salah satu jalur untuk menaikkan nilai tambah komoditas tambang tanpa harus membuka tambang baru.

Bagi daerah operasi Timah di Bangka Belitung, pengembangan industri LTJ berpotensi membuka lapangan kerja baru. Namun skala dan waktu realisasinya masih bergantung pada kesiapan teknologi pengolahan serta dukungan regulasi dari kementerian terkait.

Terkini