Ringgit Malaysia Menguat ke 4.348,10 per Rupiah di Sesi Jumat

Ringgit Malaysia Menguat ke 4.348,10 per Rupiah di Sesi Jumat

DAILYENERGI.COM — Ringgit Malaysia (MYR) menguat 0,41 persen ke level 4.348,1000 IDR pada perdagangan Jumat, 18 September 2026, dari posisi sebelumnya 4.357,9287 IDR. Sepanjang sesi, mata uang Malaysia bergerak di kisaran 4.345,2000 hingga 4.352,5000 IDR.

Sepanjang sesi, MYR bergerak terbatas di rentang 4.345,2000 hingga 4.352,5000 IDR. Rentang sempit itu menunjukkan tekanan jual dan beli relatif berimbang.

IndikatorNilai
Kurs Terakhir4.348,1000 IDR
Perubahan+0,41 persen
Kurs Sebelumnya4.357,9287 IDR
Rentang Hari Ini4.345,2000 - 4.352,5000 IDR

Rupiah Tertekan di Sisi Lain

Penguatan ringgit terhadap rupiah berarti rupiah melemah atas mata uang Malaysia. Selisih 9,8287 poin antara kurs terakhir dan posisi sebelumnya mencerminkan pergeseran permintaan di pasar valas.

Pergerakan ini terjadi di tengah perdagangan valas Asia yang masih menunggu arah suku bunga bank sentral masing-masing negara. Pelaku pasar cenderung memilih mata uang dengan imbal hasil lebih menarik.

Siapa yang Terdampak

Bagi pekerja migran Indonesia di Malaysia, penguatan ringgit membuat kiriman uang ke tanah air bernilai lebih besar. Setiap 1.000 ringgit yang dikirim pulang setara 4.348.100 rupiah, naik dari 4.357.928,7 rupiah pada sesi sebelumnya.

Sebaliknya, importir Indonesia yang membeli barang dari Malaysia harus merogoh kocek lebih dalam. Kebutuhan bahan baku, komponen, hingga produk jadi dari negeri itu menjadi lebih mahal dalam denominasi rupiah.

Wisatawan Indonesia yang berencana ke Malaysia juga menghadapi biaya perjalanan lebih tinggi. Penukaran rupiah ke ringgit kini memerlukan dana lebih banyak untuk jumlah ringgit yang sama.

Rentang Sempit, Volatilitas Terkendali

Rentang harian MYR hanya sekitar 7,3 poin, terhitung dari level terendah 4.345,2000 hingga tertinggi 4.352,5000 IDR. Rentang tipis ini menandakan pasar tidak menghadapi gejolak besar.

Kurs terakhir 4.348,1000 IDR berada di bagian atas rentang, mendekati level tertinggi harian. Posisi itu mengindikasikan tekanan beli terhadap ringgit masih bertahan hingga akhir sesi.

Pergerakan ringgit terhadap rupiah kerap dipengaruhi arus perdagangan kedua negara. Malaysia merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia, sehingga permintaan valas keduanya saling terkait.

Penguatan 0,41 persen terbilang moderat untuk skala harian. Angka itu tidak cukup besar untuk mengubah tren jangka menengah, tetapi tetap memberi sinyal arah pekan ini.

Bagi pelaku usaha yang punya eksposur ringgit, selisih kurs hari ini perlu masuk perhitungan lindung nilai. Perubahan kecil sekalipun berdampak pada margin jika volume transaksinya besar.

Pasar akan mencermati apakah penguatan ringgit berlanjut ke sesi berikutnya. Arah kurs dalam beberapa hari ke depan bergantung pada data ekonomi dan sentimen global yang masuk.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index