Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini 7 Agustus 2026

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini 7 Agustus 2026
Ilustrasi Rupiah dan Dollar.

JAKARTA - Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS pada Jumat (7/8/2026) diperkirakan bakal bergerak fluktuatif dalam kisaran rentang Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS.

Laju nilai tukar rupiah sebelumnya mengakhiri sesi perdagangan Kamis (6/8/2026) dengan penguatan terbatas di tengah koreksi tipis mata uang dolar Amerika Serikat (AS).

Kenaikan mata uang Garuda masih tertahan lantaran jajaran pelaku pasar memilih bersikap wait and see menunggu penerbitan beberapa indikator ekonomi penting.

Berdasarkan rilis analisis Doo Financial Futures, pergerakan rupiah ditutup menguat 0,06 persen menuju posisi level Rp17.923 per dolar AS pada sesi penutupan.

Arah pergerakan rupiah terpantau seirama dengan mayoritas mata uang kawasan Asia yang kompak menguat terhadap dolar AS.

Baht Thailand memimpin penguatan dengan kenaikan 0,21 persen, disusul dolar Taiwan 0,18 persen, ringgit Malaysia 0,09 persen, serta rupiah sebesar 0,07 persen.

Di sisi lain, beberapa mata uang regional Asia lainnya masih berada dalam tekanan dolar AS.

Won Korea Selatan mencatatkan koreksi paling dalam sebesar 0,47 persen, diikuti dolar Singapura, peso Filipina, dan rupee India yang sama-sama menyusut 0,09 persen, serta yuan China yang melandai 0,03 persen.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan bahwa penguatan rupiah terdorong oleh meredanya kekhawatiran pada pasar energi global.

Kondisi ini dipicu oleh harapan terbukanya kembali Selat Hormuz yang berimbas pada melandainya harga minyak mentah dunia.

Pada momen yang sama, indikator produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal II/2026 yang tercatat kokoh turut menyumbang sentimen positif bagi aset pasar domestik.

"Rupiah ditutup menguat tipis di level 17.918 per dolar AS didukung oleh penurunan harga minyak mentah dunia di tengah harapan pembukaan kembali Selat Hormuz dan data PDB kuartal II/2026 Indonesia yang solid," ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Meskipun demikian, apresiasi mata uang nasional masih cenderung terbatas akibat dinamika wait and see investor menjelang rilis cadangan devisa serta data non farm payrolls (NFP) AS.

Para pemodal saat ini mengamati rilis laporan cadangan devisa (cadev) nasional guna membaca gambaran ketahanan sektor eksternal Indonesia.

Dari kawasan global, fokus perhatian pasar tertuju pada data ketenagakerjaan non farm payrolls (NFP) Amerika Serikat yang akan diumumkan pada Jumat waktu setempat.

Laporan ketenagakerjaan tersebut diproyeksikan menjadi acuan vital bagi pasar dalam memetakan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve selanjutnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index