DAILYENERGI.COM — Keputusan ini diumumkan serentak oleh Pertamina bersama penyedia BBM swasta pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Penurunan harga berlaku untuk seluruh varian BBM nonsubsidi di wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen.
Sebelumnya, harga Pertamax dibanderol Rp 16.250 per liter. Dengan penyesuaian ini, konsumen di Pulau Jawa dan DKI Jakarta mendapat harga baru yang lebih ringan.
Varian Pertamax Green 95 dan Turbo Ikut Turun
Tidak hanya Pertamax, dua varian lain juga mengalami penurunan harga. Pertamax Green 95 kini dijual Rp 16.600 per liter, sementara Pertamax Turbo turun menjadi Rp 18.300 per liter di wilayah yang sama.
Namun, harga BBM diesel nonsubsidi Pertamina tidak berubah. Pertamina Dex masih dipatok Rp 21.150 per liter dan Dexlite tetap di angka Rp 19.700 per liter di kawasan Pulau Jawa.
Harga Pertalite dan Biosolar Tidak Berubah
Pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi di seluruh Indonesia. Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Biosolar subsidi masih dijual Rp 6.800 per liter.
Untuk wilayah di luar Pulau Jawa, harga Pertamax bervariasi. Di Sumatra Utara, Pertamax dibanderol Rp 16.300 per liter, sementara di Riau mencapai Rp 16.650 per liter.
Daftar Harga BBM Swasta per 22 Agustus 2026
SPBU swasta juga menyesuaikan daftar harga produknya pada periode Agustus 2026. Berikut rinciannya:
- BP-AKR: BP 92 Rp 16.130 per liter, BP Ultimate Rp 16.760 per liter, BP Ultimate Diesel Rp 21.910 per liter
- Vivo: Revvo 92 Rp 16.130 per liter
- Shell: Shell V-Power Diesel Rp 21.910 per liter
Perlu dicatat, ketersediaan stok BBM di setiap SPBU swasta maupun BUMN dapat berubah sesuai pasokan di masing-masing wilayah distributor. Harga bisa berbeda di luar Pulau Jawa karena komponen PBBKB yang tidak sama.