JAKARTA — Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengajak masyarakat luas untuk ikut mengawasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) serta LPG bersubsidi agar tepat sasaran. Pengawasan bersama ini dibutuhkan agar kuota energi bersubsidi tetap mencukupi bagi warga yang berhak.
“Pertamina mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan serta dan mengawasi serta memastikan penyaluran dan pendistribusian energi subsidi yang tepat sasaran,” ujar Roberth.
Melalui partisipasi aktif tersebut, Roberth menuturkan bahwa alokasi kuota energi bersubsidi dipastikan bakal tepat sasaran dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat yang memang layak menggunakannya.
Pihaknya turut mengimbau bahwa Pertamina telah menyediakan beragam varian BBM serta LPG nonsubsidi yang ditujukan khusus bagi golongan masyarakat mampu.
“BBM dan LPG nonsubsidi memiliki keunggulan kualitas dan layanan dari jenis energi nonsubsidi agar dapat digunakan masyarakat menengah ke atas atau masyarakat mampu sehingga tidak mengurangi subsidi energi,” kata Roberth.
Imbauan tersebut disampaikan berkaitan dengan adanya temuan prognosa dari PT Pertamina (Persero) mengenai total penyaluran BBM bersubsidi yang diperkirakan bakal melampaui kuota pada tahun 2026.
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII menyampaikan bahwa prognosa realisasi penyaluran biosolar berada di atas 9,4 persen dari kuota, sedangkan pertalite berada di atas 1,7 persen dari kuota.
Oki menjelaskan bahwa perhitungan proyeksi tersebut didasarkan pada tren konsumsi pertalite maupun biosolar hingga tanggal 31 Juli 2026. Realisasi distribusi solar tercatat menyentuh angka 11,18 juta KL dari total alokasi kuota sebesar 18,36 juta KL.
Sementara itu, angka realisasi distribusi pertalite telah mencapai 16,54 juta KL dari batas kuota sebesar 28,69 juta KL.
Di sisi lain, tingkat penyaluran komoditas LPG 3 kg dilaporkan telah mencapai angka 5,05 juta metrik ton dari keseluruhan kuota yang ditetapkan sebesar 8 juta metrik ton.