Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter, Berlaku di Seluruh SPBU 28 Agustus

Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter, Berlaku di Seluruh SPBU 28 Agustus

DAILYENERGI.COM — Kabar gembira bagi pengguna kendaraan bermotor. Empat badan usaha penyalur BBM, yakni Pertamina, BP-AKR, Shell, dan Vivo, kompak merilis daftar harga terbaru yang berlaku serentak hari ini, Jumat (28/8/2026). Dari daftar yang dipublikasikan, mayoritas produk mengalami penurunan harga jika dibandingkan dengan penetapan awal Agustus lalu.

Penurunan ini terjadi di tengah fluktuasi pasar energi global. Namun, yang perlu digarisbawahi, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tetap stabil, tidak ikut berubah.

Rincian Harga di SPBU Pertamina

Di SPBU Pertamina wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, produk non-subsidi andalan seperti Pertamax kini dibanderol Rp15.950 per liter, turun Rp300 dari sebelumnya Rp16.250. Penurunan lebih dalam terjadi pada Pertamax Turbo yang merosot Rp1.000 menjadi Rp18.300 per liter.

Adapun Pertamax Green 95 (RON 95) turun tipis dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter. Sementara untuk segmen diesel, harga Dexlite dan Pertamina Dex tidak berubah, masing-masing tetap di angka Rp19.700 dan Rp21.150 per liter.

Produk bersubsidi seperti Pertalite masih dipatok Rp10.000 per liter dan Solar subsidi Rp6.800 per liter. Kedua harga ini tidak tersentuh kebijakan penyesuaian kali ini.

Mengapa Harga BBM Non-Subsidi Turun?

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa mekanisme penetapan harga mengikuti arahan pemerintah. Faktor utamanya adalah tren penurunan rata-rata harga minyak mentah dunia dan penguatan nilai tukar rupiah.

"Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat," ujar Kitty dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan, langkah ini sekaligus menjadi upaya menjaga ketahanan pasokan BBM nasional. Dengan harga yang mengikuti mekanisme pasar, pasokan diharapkan tetap lancar dan tidak membebani keuangan negara.

SPBU Swasta Ikut Menyesuaikan

Pemain swasta juga tak mau kalah bersaing. Di SPBU milik BP-AKR, harga produk BBM RON 92 mereka, BP 92, dipatok Rp16.130 per liter. Sedangkan untuk varian berkualitas lebih tinggi, BP Ultimate dijual Rp16.760 per liter dan BP Ultimate Diesel di angka Rp21.910 per liter.

Shell Indonesia juga memangkas harga untuk produk diesel andalannya. Shell V-Power Diesel kini dijual sebesar Rp21.910 per liter. Namun, untuk produk bensin seperti Shell Super, V-Power, dan V-Power Nitro+, daftar harga belum dirilis dan ditandai dengan strip (-).

Hal serupa dilakukan Vivo Energy. Produk Vivo Revvo 92 dibanderol Rp16.130 per liter, Revvo 95 seharga Rp16.760 per liter, dan Vivo Diesel Primus di level Rp21.910 per liter. Pola harga yang identik dengan BP-AKR menunjukkan persaingan ketat di segmen non-subsidi.

Apa Dampaknya bagi Konsumen?

Penurunan harga ini otomatis meringankan biaya operasional harian, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi, armada logistik, dan usaha mikro yang menggunakan BBM non-subsidi. Meski selisihnya hanya ratusan rupiah per liter, akumulasi penghematan bisa terasa signifikan bagi kendaraan dengan konsumsi tinggi.

Namun, perlu dicatat bahwa harga di setiap daerah bisa sedikit berbeda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh biaya distribusi dan pajak daerah masing-masing. Konsumen disarankan mengecek papan harga resmi di SPBU terdekat sebelum melakukan pengisian.

Dengan tren harga minyak dunia yang masih fluktuatif, bukan tidak mungkin penyesuaian kembali terjadi pada periode berikutnya. Yang jelas, untuk bulan Agustus ini, konsumen bisa bernapas lega dengan harga yang lebih ramah di kantong.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index