DAILYENERGI.COM — Catatan buruk Marc Marquez di Sirkuit Mandalika bukan sekadar mitos. Dalam tiga penampilan terakhirnya di lintasan Lombok tersebut, pembalap berusia 33 tahun itu selalu gagal finis — termasuk insiden tabrakan dengan Marco Bezzecchi tahun lalu yang berujung patah tulang selangka.
Cedera itu disebut-sebut masih mengganggunya hingga saat ini. Ironisnya, kekhawatiran itu justru datang di saat performa Marquez sedang menanjak tajam.
Alasan Mandalika Jadi Mimpi Buruk Marquez
Usai menyapu bersih seri Aragon, Marquez kini mengoleksi 237 poin dan bertengger di peringkat kedua klasemen MotoGP 2026. Ia hanya tertinggal 19 poin dari pemuncak klasemen Jorge Martin, sementara Marco Bezzecchi mengintai di posisi ketiga dengan 232 poin.
Ketika ditanya soal peluang juara, Marquez justru mengalihkan pembicaraan ke trek yang selama ini menjadi kutukannya.
"Dari sejarah, Indonesia adalah yang terburuk buatku, karena setiap tahun aku mendapatkan memori buruk dari sana," ujar juara dunia tujuh kali itu dilansir Crash.
Menatap Klasemen: Momen Terbaik Marquez dalam Dua Musim
Selisih 19 poin dari puncak klasemen adalah posisi terdekat Marquez dengan pemimpin kejuaraan sejak bergabung dengan Ducati. Dengan sembilan seri atau 18 balapan yang tersisa, peluang itu masih sangat terbuka — asalkan ia bisa memutus rentetn kegagalan di Mandalika.
Jelang putaran ke-17 pada Oktober mendatang, Marquez memilih tak memikirkan persaingan gelar dengan Martin dan Bezzecchi. Ia menegaskan akan menjalani balapan demi balapan, dengan fokus terdekat ke Misano.
"Selain itu, aku merasa baik-baik saja dengan sirkuit-sirkuit yang lain. Jadi balapan demi balapan. Sekarang, mari memulihkan tenaga dari balapan ini dan fokus ke Misano," tambahnya.
Jika Marquez mampu mematahkan kutukan Mandalika musim ini, maka peta persaingan juara dunia MotoGP 2026 bisa berubah drastis. Dua seri berikutnya sebelum Indonesia — Misano dan berikutnya — akan menjadi penentu momentum sebelum ujian terberatnya di Lombok.