JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menjamin kesiapan seluruh infrastruktur dan ketersediaan pasokan energi guna menopang konektivitas serta laju perekonomian masyarakat di kawasan timur Indonesia.
Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero), Ahmad Siddik Badruddin, menyatakan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional dalam jangka panjang.
“Kami mengevaluasi apakah AFT Babullah akan mampu memenuhi kebutuhan dari peningkatan penjualan ke depannya dan apa saja opsi-opsi yang bisa dilakukan untuk pengembangan bisnis,” ujar Siddik dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Fasilitas Aviation Fuel Terminal (AFT) Baabullah yang beroperasi di sekitar Bandara Sultan Babullah, Ternate, memegang peran krusial dalam mengamankan suplai bahan bakar avtur bagi armada penerbangan.
Siddik menilai, pesatnya denyut perekonomian di Maluku Utara berpeluang mendorong lonjakan lalu lintas udara. Hal tersebut wajib diantisipasi melalui kesiapan sarana pendukung serta strategi pengembangan bisnis yang matang.
Tidak sebatas avtur, kelangsungan pasokan BBM harian bagi warga turut menjadi fokus utama dalam menjaga ketahanan energi wilayah kepulauan.
Oleh sebab itu, Siddik meninjau Fuel Terminal (FT) Ternate yang menjadi urat nadi distribusi energi di Kota Ternate serta pulau-pulau di sekitarnya.
Peninjauan di FT Ternate difokuskan pada keandalan terminal menerima suplai kargo BBM via jalur laut dari Wayame, sekaligus merencanakan pembenahan dermaga (jetty).
“Kami mengevaluasi kemampuan Fuel Terminal Ternate untuk menerima pengiriman kargo dari Wayame untuk berbagai produk dan juga sedang mereviu apa perbaikan-perbaikan dari jetty ke depannya,” kata Siddik.
Siddik tak menampik bahwa distribusi energi di kawasan Papua dan Maluku menghadapi tantangan geografis yang cukup kompleks dibanding wilayah lain.
“Region Papua Maluku ini salah satu region yang paling challenging untuk melakukan amanah pendistribusian energi karena terdiri dari berbagai macam pulau di bagian Indonesia Timur,” tuturnya.
Tingginya ketergantungan pada moda transportasi laut membuat dinamika cuaca sangat memengaruhi kelancaran pengiriman. Karena itu, Pertamina terus mematangkan skema distribusi agar pasokan energi tetap tersalurkan secara aman dan efisien.