JAKARTA - Kerontokan rambut cukup umum dialami pria dari berbagai rentang usia. Kondisi ini kerap berlangsung secara bertahap sehingga sering kali baru disadari ketika volume rambut mulai tampak menipis.
Salah satu pemicu paling umum yakni alopecia androgenetik, sebuah proses yang dipengaruhi faktor genetik saat folikel rambut tertentu sensitif terhadap dihidrotestosteron (DHT), hormon hasil turunan testosteron.
Pada kondisi ini, folikel rambut mengalami penyusutan secara berangsur-angsur. Namun, kerontokan juga bisa dipicu penyakit berat, tindakan operasi, penurunan berat badan secara drastis, stres berat, konsumsi obat tertentu, gangguan tiroid, hingga defisiensi nutrisi.
Ahli bedah restorasi rambut sekaligus pendiri Anderson Center for Hair, Ken Anderson, MD, FAACS, FISHRS menerangkan bahwa kondisi tersebut berkaitan erat dengan proses miniaturisasi.
"Seiring waktu, folikel yang sensitif terhadap efek merusak DHT secara bertahap mengecil. Rambut menjadi lebih tipis, lebih pendek, dan akhirnya mungkin berhenti tumbuh sama sekali. Istilah medis untuk penyusutan bertahap folikel rambut dan rambutnya ini adalah 'miniaturisasi'," terangnya, disadur dari Yahoo Health.
"Ini bersifat genetik karena gen seseorang menentukan apakah folikel rambut mereka akan sensitif atau resisten terhadap efek merusak DHT," imbuh Anderson.
Kendati kerontokan akibat faktor genetik tidak selalu dapat dihentikan secara alami, sejumlah tindakan penyesuaian gaya hidup dapat membantu menjaga kesehatan rambut serta kulit kepala.
Cara Mengatasi Kerontokan Rambut pada Pria
1. Pastikan Asupan Protein dan Kalori Cukup
Asupan protein beserta kalori yang memadai sangat dibutuhkan guna memasok nutrisi dan energi bagi pertumbuhan rambut. Sebaliknya, pembatasan kalori secara ekstrem dan penurunan berat badan yang terlalu instan dapat mengacaukan siklus pertumbuhan rambut.
"Rambut adalah jaringan yang tumbuh dengan cepat, dan tubuh sangat bersedia mengalihkan sumber daya dari pertumbuhan rambut ketika nutrisi menjadi tidak mencukupi," kata Anderson.
"Ini adalah salah satu alasan mengapa kami terkadang melihat kerontokan rambut saat melakukan diet ketat atau penurunan berat badan yang sangat cepat, dan menjadi masalah besar bagi mereka yang mengonsumsi obat GLP-1," jelasnya.
Oleh sebab itu, peneraparan pola makan seimbang menjadi poin krusial yang wajib diperhatikan saat ingin memelihara kesehatan rambut.
2. Atasi Kekurangan Vitamin dan Jaga Kesehatan Kulit Kepala
Defisiensi nutrisi tertentu dapat menjadi dalang utama kerontokan rambut. Zat besi, vitamin D, dan seng termasuk deretan nutrisi penting yang berperan aktif dalam pertumbuhan rambut.
Kendati demikian, konsumsi suplemen tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Pemeriksaan darah serta konsultasi bersama dokter dapat membantu memastikan apakah tubuh benar-benar mengalami kekurangan nutrisi tertentu.
Di samping asupan gizi, kondisi kesehatan kulit kepala juga patut menjadi perhatian. Anderson memaparkan bahwa peradangan pada kulit kepala berisiko memengaruhi lingkungan tumbuh folikel rambut.
"Mengobati peradangan kulit kepala memberikan lingkungan yang lebih sehat bagi folikel. Jika seseorang memiliki ketombe yang signifikan, dermatitis seboroik, gatal, atau peradangan, Anda perlu mengobatinya" papar Anderson.
"Kulit kepala yang meradang secara kronis bukanlah lingkungan yang Anda inginkan jika Anda mencoba untuk menjaga kesehatan rambut," tambahnya.
Kebiasaan perawatan sehari-hari pun perlu diperhitungkan. Penggunaan suhu panas berlebih, paparan bahan kimia, serta tarikan berulang pada rambut dapat memicu kerusakan.
3. Coba Terapi Cahaya Merah dan Jaga Kesehatan Tubuh
Terapi cahaya merah atau red light therapy bisa menjadi opsi tambahan untuk merangsang pertumbuhan rambut. Metode ini diklaim mampu menstimulasi folikel agar bertahan lebih lama dalam fase pertumbuhan aktif.
"Terapi cahaya merah adalah pengobatan non-obat dengan bukti klinis yang sah, dan saya menggunakannya sebagai tambahan dalam praktik saya sendiri," ungkapnya.
"Saya mengatakan 'pengobatan tambahan' karena dengan sendirinya cenderung tidak memberikan hasil yang maksimal, tetapi ini merupakan manfaat nyata dalam jangka panjang bila dikombinasikan dengan pengobatan yang efektif," tutur Anderson.
Selain itu, kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh tak boleh terabaikan. Kebiasaan merokok, diet ketat berulang, pola tidur buruk, serta gangguan kesehatan serius dapat memberi tekanan fisik yang berdampak negatif pada siklus pertumbuhan rambut.