DAILYENERGI.COM — Serangan Houthi ke jaringan Pipa East-West Arab Saudi mengganggu aliran minyak dan menaikkan harga minyak mentah Brent ke sekitar USD 108 per barel. Gangguan pada jalur alternatif Selat Hormuz itu berpotensi memangkas pasokan minyak global hingga 4 persen.
Kelompok Houthi yang didukung Iran kembali melancarkan serangan drone dan rudal ke sejumlah titik di Arab Saudi. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyebut pelabuhan minyak Yanbu di Laut Merah dan pangkalan udara Khamis Mushait di wilayah selatan kerajaan menjadi sasaran.
Serangan itu memperluas medan konflik di Timur Tengah ke Yaman. Houthi sebelumnya bergerak cepat menguasai wilayah pesisir Laut Merah serta pulau-pulau di Selat Bab el-Mandeb.
Pipa East-West Jadi Jalur Krusial
Jaringan Pipa East-West Saudi berperan sebagai rute utama mengalihkan ekspor minyak dari Selat Hormuz yang kini diblokade. Serangan yang pekan lalu dituduhkan kepada kelompok sejalan Iran di Irak membuat aliran pipa tersebut terganggu.
Para pedagang memperkirakan penutupan berkepanjangan pipa itu dapat mengurangi pasokan minyak global hingga 4 persen. Arab Saudi belum memastikan kapan operasi pipa kembali normal.
Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan kepada CNBC bahwa aliran minyak mentah melalui jaringan tersebut diperkirakan kembali berjalan dalam beberapa hari.
Harga Minyak dan Diesel Melonjak
Harga minyak mentah Brent berada di sekitar USD 108 per barel, mendekati level tertinggi sejak Mei. Harga rata-rata ritel bahan bakar diesel di Amerika Serikat juga menembus USD 6,30 per galon untuk pertama kalinya.
Kenaikan itu memperburuk kekurangan pasokan energi global yang sudah dipicu perang AS dan Israel melawan Iran selama enam bulan terakhir. Konflik tersebut mengganggu pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia.
AS Perketat Peringatan Perjalanan
Pemerintah Amerika Serikat melarang pegawainya bepergian ke wilayah dalam radius 20 mil atau sekitar 32 kilometer dari perbatasan Saudi-Yaman. Langkah itu menandai meningkatnya risiko konflik di medan baru.
Houthi merilis video yang memperlihatkan pejuangnya merebut kendaraan lapis baja milik pasukan pendukung Arab Saudi. Dalam rekaman itu, pesawat tempur melintas di udara saat ledakan besar membumbung dari kawasan gurun.
Saree juga mengklaim Houthi menembak jatuh jet tempur Saudi F-15 dan melancarkan hingga 450 serangan udara ke Yaman sepanjang pekan ini. Belum ada bukti langsung yang ditampilkan untuk mendukung klaim tersebut.
Ketegangan di Sekitar Makkah
Arab Saudi menyatakan sistem pertahanan udaranya menembak jatuh drone Houthi di selatan Makkah sebelum memasuki wilayah udara terlarang. Riyadh menyebut serangan itu melewati "garis merah" karena dianggap mengancam tempat suci umat Islam.
Saree membantah Houthi menargetkan Makkah. Ia menilai laporan Saudi tersebut bagian dari propaganda.
Sumber Reuters menyebut pejabat AS telah bertemu perwakilan Houthi di Oman pada akhir pekan lalu. Dalam pertemuan itu, Houthi menyampaikan tidak berniat menyerang kapal Amerika dan tetap berkomitmen pada gencatan senjata dengan AS tahun lalu.
Arab Saudi memimpin koalisi yang memerangi Houthi sejak 2015. Situasi kembali memanas setelah Houthi pada Juli menyatakan blokade laut terhadap Arab Saudi dan menyerang wilayah selatan kerajaan.
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pekan lalu menelepon Presiden AS Donald Trump untuk meminta dukungan militer. Bagi pasar energi, gangguan di Yaman dan Selat Bab el-Mandeb menambah tekanan pada pasokan minyak dunia yang sudah ketat.