DAILYENERGI.COM — Marvell memperluas kemitraan dengan GlobalFoundries untuk meningkatkan produksi wafer silikon germanium di pabrik Burlington, Vermont. Langkah ini menambah kapasitas pasokan komponen optik yang dibutuhkan pusat data AI, termasuk yang beroperasi di Asia dan Indonesia.
GlobalFoundries menyatakan tambahan kapasitas itu akan mendukung produksi near-packaged optics (NPO) dan co-packaged optics (CPO), juga optik pluggable generasi berikutnya. Teknologi SiGe milik perusahaan telah tervalidasi hingga 200 Gbps per lane, syarat untuk transceiver 1,6 Tbps.
Mengapa Marvell Butuh Pasokan Wafer Tambahan
Permintaan teknologi optik melonjak karena ledakan beban kerja AI di pusat data. Selama bertahun-tahun, optik terutama menghubungkan rak server ke sumber daya di seluruh pusat data. Koneksi dalam jarak beberapa meter masih terjangkau interkoneksi tembaga yang lebih murah dan hemat daya.
Namun, kecepatan lane naik dari 25 Gbps ke 50, 100, lalu 200 Gbps. Tembaga mulai mencapai batas jangkauan praktisnya. Pada 400 Gbps per lane, kabel tembaga tidak bisa membawa sinyal berkecepatan penuh lebih dari 1,25 meter, bahkan dalam satu rak.
Karena itu, ekosistem industri berinvestasi besar untuk memperkuat rantai pasok optik dan fotonik. Nvidia menggelontorkan miliaran dolar ke perusahaan teknologi optik, termasuk USD 2 miliar masing-masing ke Lumentum dan Coherent.
Posisi Nvidia dan Rencana Transceiver 3,2 Tbps
Nvidia sudah memakai co-packaged optics di sebagian switch Spectrum Ethernet dan Quantum InfiniBand untuk menekan konsumsi daya dan meningkatkan keandalan. Pengamat memperkirakan NPO akan dipakai di sistem multi-rak besar seperti SuperPod berbasis Ascend 960DT dari Huawei. Sistem multi-rak Nvidia mendatang juga diperkirakan memakai NPO.
GlobalFoundries menyebut kecepatan lane yang lebih tinggi bisa membuka jalan bagi transceiver 3,2 Tbps, yang sudah masuk peta jalan perusahaan. CEO Marvell Matt Murphy dalam Computex musim semi lalu menjelaskan mengapa permintaan optik akan meledak.
Beberapa bulan setelah investasi Nvidia, Coherent mengumumkan rencana menambah produksi wafer indium phosphide empat kali lipat di pabriknya di Sherman, Texas. Wafer itu dipakai untuk laser, fotodetektor, dan modulator.
Dampak ke Rantai Pasok Pusat Data Asia
Kapasitas tambahan dari Vermont memperkuat pasokan komponen optik yang menjadi tulang punggung pusat data AI global. Operator pusat data di Asia, termasuk Indonesia, bergantung pada ketersediaan transceiver dan switch berkecepatan tinggi untuk membangun infrastruktur komputasi AI.
Perluasan produksi wafer ini tidak langsung mengubah harga atau ketersediaan perangkat di pasar konsumen. Namun, pasokan komponen optik yang lebih lancar menentukan seberapa cepat kapasitas komputasi AI bisa dibangun di kawasan.