DAILYENERGI.COM — Waze menawarkan navigasi lalu lintas padat yang lebih andal dibanding Google Maps menurut pengujian langsung seorang pengguna Android Auto. Pengujian terhadap empat aplikasi navigasi ini menyoroti kelemahan Google Maps dalam memperkirakan waktu tiba dan menangani rute alternatif saat kemacetan.
Pengujian ini berangkat dari pengalaman pribadi sang penulis yang merasa Google Maps tidak lagi bisa diandalkan. Aplikasi besutan Google itu disebut sering mengarahkan ke jalan yang salah, terutama di kota-kota kecil.
Mengapa Google Maps Mulai Ditinggalkan
Google Maps disebut kerap meminta pengemudi menempuh arah yang salah beberapa kilometer sebelum akhirnya kembali ke jalur benar. Masalah ini muncul lebih sering saat berkendara di wilayah kecil.
Selain itu, Google Maps pernah mengarahkan pengemudi ke jalan yang sedang ditutup karena proyek perbaikan. Kondisi itu membuat pengemudi yang sedang dikejar waktu harus mencari rute sendiri.
Kelemahan lain yang paling mengganggu adalah estimasi waktu tiba. Google Maps dinilai tidak akurat saat memperkirakan kedatangan di rute yang selalu padat.
OSMAnd Unggul Offline tapi Terasa Seperti Penurunan
OSMAnd memiliki lebih dari 250.000 ulasan di Google Play Store dengan rata-rata 4,5 bintang. Aplikasi ini dirancang untuk bekerja sepenuhnya offline.
Peta offline OSMAnd mencakup jalur pejalan kaki, hiking, dan sepeda. Peta tersebut diperbarui setiap bulan, dan tersedia layanan berlangganan OSMAnd Live untuk pembaruan per jam.
Meski begitu, OSMAnd tidak memiliki data lalu lintas langsung atau pengalihan rute dinamis. Keterbatasan itu membuat aplikasi ini terasa kurang cocok untuk kebutuhan navigasi harian.
TomTom GO dan HERE WeGo: Andal tapi Belum Cukup
TomTom GO dan HERE WeGo sama-sama menyediakan data lalu lintas real-time. Keduanya lebih sesuai untuk kebutuhan pengujian dibanding OSMAnd.
Namun, HERE WeGo dinilai kurang dapat diandalkan. Aplikasi ini beberapa kali menampilkan perlambatan di depan, padahal lalu lintas sebenarnya lancar.
TomTom GO tampil lebih baik dengan data lalu lintas yang lebih akurat dan pembaruan rute cepat. Aplikasi ini juga mengalihkan rute saat ada penutupan jalan, perbaikan, atau bahaya di jalan.
Fitur lain yang disukai adalah bantuan mencapai stasiun pengisian daya terdekat. TomTom GO juga mendukung navigasi offline dan Route Bar.
Waze Jadi Pemenang di Lalu Lintas Padat
Waze dinilai sebagai pemenang jelas dalam pengujian ini. Aplikasi ini memang dirancang khusus untuk berkendara.
Sejumlah kolega penguji di Android Police memuji Waze karena kemampuannya menangani lalu lintas padat. Waze disebut lebih unggul dibanding Google Maps dalam situasi tersebut.
Meski pengujian ini dilakukan di luar Indonesia, temuan tersebut relevan bagi pengguna Android Auto di dalam negeri. Pengemudi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung sering menghadapi kemacetan yang membutuhkan rute alternatif akurat.
Pilihan aplikasi navigasi kini bukan lagi soal popularitas semata. Akurasi data lalu lintas dan kecepatan pengalihan rute menjadi pertimbangan utama bagi pengemudi yang mobilitas hariannya bergantung pada Android Auto.