DAILYENERGI.COM — PT BUMA Internasional Grup Tbk (IDX: DOID) menyalurkan modal US$ 4,7 juta atau setara Rp77 miliar ke Grup Moura Materials di Australia melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama. Langkah ini memperkuat ekspansi bisnis batubara perseroan di pasar Negeri Kanguru. Nilai transaksi itu mencapai 188,22% dari ekuitas perseroan per 30 Juni 2026.
Aksi korporasi ini diungkapkan Corporate Secretary BUMA Internasional, Olga Oktavia Patuwo, dalam keterbukaan informasi BEI. Grup Moura Materials bukan entitas tunggal, melainkan empat perusahaan yang saling terhubung.
Empat Entitas di Balik Moura Materials
Keempat entitas itu adalah Moura Materials HoldCo Pty Ltd, MidCo Pty Ltd, BidCo Pty Ltd, dan Services Pty Ltd. Seluruhnya dimiliki 100% secara langsung maupun tidak langsung oleh BUMA Indonesia.
BUMA Indonesia sendiri dikendalikan DOID dengan porsi saham 99,99%. Manajemen menegaskan suntikan modal ini merupakan satu rangkaian transaksi pendanaan yang mengalir berjenjang, bukan investasi terpisah di tiap entitas.
Dana tersebut akan dikonversi ke Dolar Australia (AUD) mengikuti kurs Reserve Bank of Australia pada tanggal penerimaan dana. Penggunaannya diarahkan untuk mendukung kegiatan usaha Grup Moura Materials.
Beban terhadap Ekuitas Capai 188,22%
Yang menarik, persentase nilai transaksi terhadap ekuitas perseroan mencapai 188,22% berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026. Angka ini jauh melampaui ambang batas transaksi material yang lazim.
Meski demikian, manajemen memastikan langkah tersebut tidak mengganggu kondisi keuangan induk. Penilaian internal perseroan menyebut peningkatan modal ini tidak berdampak material terhadap keuangan DOID.
Transaksi ini juga tidak memerlukan persetujuan RUPS. Alasannya, aksi korporasi ini masuk kategori transaksi material yang dikecualikan sesuai regulasi OJK.
Taruhan di Pasar Batubara Australia
Australia dikenal sebagai salah satu produsen batubara terbesar dunia dengan cadangan berkualitas tinggi. Ekspansi ke sana memberi DOID akses ke pasar ekspor yang lebih luas sekaligus mendiversifikasi basis pendapatan di luar Indonesia.
Langkah ini mempertegas posisi BUMA sebagai kontraktor pertambangan yang merambah segmen material, tidak hanya jasa penambangan. Diversifikasi ke lini material membuka peluang pendapatan baru di sepanjang rantai pasok batubara.
Bagi investor, nilai transaksi yang menembus 188,22% ekuitas menjadi sinyal besarnya komitmen perseroan menggarap unit bisnis ini. Pertanyaannya kini, seberapa cepat Moura Materials berkontribusi terhadap kinerja DOID ke depan.