DAILYENERGI.COM — Langkah ini merupakan implementasi Asta Cita Swasembada Energi dan Hilirisasi yang dicanangkan pemerintah. Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengembangan energi surya menjadi kunci untuk mewujudkan kemandirian energi nasional.
"Hari ini adalah hari yang penting, kita launching listrik dari tenaga surya 100 GW untuk bangsa Indonesia. Kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri," tegas Prabowo dalam sambutannya.
Delapan Skenario Pengembangan PLTS
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, program ini akan dijalankan melalui delapan skenario utama. Rinciannya meliputi eliminasi PLTU sebesar 12,48 GWp, pembangunan PLTS skala besar melalui RUPTL mencapai 30,97 GWp, PLTS terapung 10,72 GWp, serta PLTS atap sebesar 9,35 GWp.
Selain itu, pemerintah juga mengembangkan PLTS untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) sebesar 0,50 GWp, PLTS off-grid untuk kegiatan produktif 4,36 GWp, PLTS nonatap untuk kawasan industri 7,49 GWp, serta demand creation melalui hilirisasi, kendaraan listrik, dan kompor induksi sebesar 24,13 GWp.
"Indonesia adalah negara yang diberikan Tuhan sumber daya yang luar biasa. Sumber daya yang bukan hanya kita gali di bawah kaki kita, tapi juga di atas kepala kita," ujar Bahlil.
Dampak Ekonomi dan Lapangan Kerja
Total investasi program ini mencapai 71,3 miliar dolar AS atau setara Rp1.140 triliun. Bahlil menyebut, pengembangan PLTS skala besar berpotensi menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja, terdiri dari 3,465 juta tenaga kerja konstruksi dan 2,053 juta tenaga kerja manufaktur.
Dari sisi lingkungan, program ini mampu menurunkan emisi sebesar 140 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon mencapai Rp6,31 triliun.
"Total investasi dari proyek ini kurang lebih sekitar 71,3 miliar USD. Dari total pekerjaan ini, kita bisa melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun mencapai Rp73,9 triliun rupiah," jelas Bahlil.
Kesiapan PLN dan Proyek Perdana
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan komitmennya mendukung penuh program ini. PLN akan memastikan integrasi energi surya ke sistem kelistrikan nasional berjalan andal, aman, dan berkelanjutan.
"PLN siap melaksanakan penugasan Bapak Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp. PLN akan all out agar pengembangan energi surya dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara andal, aman, dan berkelanjutan," ujarnya.
Pada tahap awal, salah satu proyek yang menjadi lokasi peluncuran adalah PLTS Gilimanuk di Bali. Sementara itu, PLTS Pulau Rengit di Bangka Belitung telah selesai dibangun dan mulai beroperasi. Proyek-proyek ini diharapkan menjadi katalisator ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas konstruksi, manufaktur, dan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi proyek.
Program PLTS 100 GWp menandai percepatan transisi energi Indonesia menuju bauran energi yang lebih hijau, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor.