Ayyoub Bouaddi Resmi ke Manchester City: Gelandang 18 Tahun dengan IQ Matematika dan Catur

Ayyoub Bouaddi Resmi ke Manchester City: Gelandang 18 Tahun dengan IQ Matematika dan Catur

DAILYENERGI.COM — Kepindahan ini menuntaskan salah satu saga transfer paling dinanti di bursa musim panas Eropa. Bouaddi resmi meninggalkan Lille setelah tiga musim penuh memperkuat tim utama, dan kini ia menantikan babak baru di Premier League bersama pelatih Enzo Maresca.

Bukan Pemain Highlight, Tapi Otak di Lini Tengah

Bouaddi tidak akan pernah menjadi bintang di video kompilasi skill individu. Ia adalah tipe pemain yang melakukan pekerjaan kotor, membaca permainan lebih cepat dari siapa pun, dan selalu mengambil posisi terbaik untuk tim. Mantan kepala rekrutmen akademi Lille, Mathieu Frison, menggambarkannya dengan analogi yang menarik: "Dia seperti komputer. Anda mengajarinya sesuatu, dia langsung mempelajarinya dan bisa langsung mempraktikkannya."

Kemampuan adaptasinya teruji sejak dini. Bouaddi menjalani debut Eropa hanya tiga hari setelah ulang tahunnya yang ke-16, dan pada usia 17 tahun ia sudah tampil penuh 90 menit saat Lille mengalahkan Real Madrid di Liga Champions. Ia juga sudah mencicipi Piala Dunia 2026 bersama Timnas Maroko.

Jauh dari Sorotan: Catur, Matematika, dan Disiplin Tinggi

Di luar lapangan, Bouaddi bukan tipikal remaja seusianya. Frison menceritakan kebiasaan unik Bouaddi di perjalanan tim: "Di bus, saat semua orang menonton YouTube atau mendengarkan musik, dia akan bermain catur selama satu atau dua jam. Di malam hari ketika semua pemain bermain Fifa atau memegang ponsel, dia belajar matematika, fisika, dan sains."

Bouaddi bahkan lulus semua ujiannya setahun lebih cepat dan kini tengah menempuh gelar sarjana matematika secara jarak jauh. Pola pikir analitisnya itu yang membuat pelatih timnas Prancis U-18, Landry Chauvin, membandingkannya dengan Yoann Gourcuff. "Bouaddi adalah salah satu pemain terpintar yang pernah saya kenal dalam karier kepelatihan saya. Dia punya kemampuan memindai situasi dengan sangat cepat, mengambil informasi sebelum pemain lain," ujar Chauvin.

Tekanan Besar di Etihad Stadium

Manchester City tidak mengambil keputusan ini tanpa pertimbangan matang. Kepergian Rodri ke Barcelona dan deal senilai £52 juta untuk Nico González yang bergabung dengan Newcastle memaksa klub melakukan regenerasi total di lini tengah. Bouaddi datang dengan label harga mahal, tetapi City percaya potensinya sepadan.

Frison yakin Bouaddi siap menghadapi tekanan tersebut. "Ketika Maresca memintanya melakukan sesuatu secara taktis, dia yakin 100 persen Ayyoub akan mengambil posisi terbaik untuk tim. Dia akan menghormati model permainan dengan intensitas, bahkan saat lelah. Di musim dengan 60 pertandingan, Anda butuh pemain yang bisa dipercaya sepenuhnya, dan Ayyoub adalah tipe pemain seperti itu," tegasnya.

Bouaddi juga menjadi kehilangan besar bagi Prancis. Meski lahir dan sempat membela timnas muda Prancis dari U-16 hingga U-21, ia memilih membela Maroko di level senior. Kini, tantangan terbesarnya adalah membuktikan bahwa label €100 juta bukan sekadar angka, melainkan awal dari karier panjang di papan atas Eropa.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index