Huawei Pamer Chip AI Ascend 960DT, Performa Jauh di Atas Nvidia Versi China

Jumat, 18 September 2026 | 08:18:00 WIB

DAILYENERGI.COM — Huawei resmi memperkenalkan generasi baru akselerator AI Ascend 960DT yang diklaim memiliki performa jauh melampaui chip apa pun yang boleh dijual Nvidia di China. Peluncuran ini mempercepat tiga kuartal dari jadwal semula, menjadi opsi domestik paling kuat bagi pengembang model AI China yang selama ini bergantung pada GPU Amerika versi terbatas.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam ajang tahunan Connect milik Huawei. Chip berkode Ascend 960DT — di mana "DT" merujuk pada decode/training — dijadwalkan meluncur pada kuartal pertama 2027, lebih cepat tiga kuartal dari rencana awal.

Perusahaan asal Shenzhen itu menyebut akselerator anyar ini menawarkan performa dan kapasitas memori dua kali lipat dibanding seri 950 yang baru dirilis awal tahun. Kapasitas memorinya mencapai 288 GB, yang diduga menggunakan teknologi memori kustom HiZQ sebagai alternatif high-bandwidth memory (HBM) buatan sendiri.

Spesifikasi 960DT di Atas Kertas

Dari sisi daya komputasi, Ascend 960DT menyediakan hingga empat petaFLOPS pada presisi FP4, atau separuhnya di FP8. Angka ini menempatkannya setara dengan keluarga GPU B300 milik Nvidia dari sisi memori dan bandwidth, tetapi hanya sekitar separuh kemampuan FP8 dan sepertiga FP4 dibanding chip Amerika tersebut.

Meski begitu, Nvidia maupun AMD tidak diizinkan menjual produk terbaru mereka ke China. Artinya, pengembang model AI di negeri Tiongkok tidak punya banyak pilihan yang lebih baik selain mengandalkan chip lokal.

Kesenjangan performa itu juga tidak selalu menjadi faktor penentu. Model AI modern umumnya tidak dilatih atau dijalankan pada satu chip tunggal, melainkan pada klaster besar. Efisiensi dalam memperbesar skala justru sering menjadi penentu utama.

Strategi Skala Besar Lewat Teknologi Optik NPO

Huawei menempuh jalur berbeda dari Nvidia dan AMD yang memuat 72 GPU dalam satu rak komputasi. Perusahaan menggunakan near packaged optics (NPO) untuk memperluas domain komputasinya hingga 4.096 chip, dengan klaim kapasitas hingga 16 exaFLOPS FP4.

Teknologi NPO diklaim mampu mengatasi hambatan utama desain Huawei sebelumnya. Perangkat optik pluggable dinilai boros daya, rentan gagal, dan memakan ruang besar.

Huawei menyebut NPO memungkinkan konsolidasi 48.000 unit optik pluggable 800 Gbps menjadi 5.500 unit Hi-One NPO. Langkah ini memangkas konsumsi daya hingga 550 kilowatt dan menekan tingkat kegagalan hingga separuh, dengan klaim uptime mencapai 99,8 persen.

Kabar ini menjadi angin segar bagi pengembang model China yang tengah didorong beralih ke perangkat domestik. Sebelumnya, DeepSeek dilaporkan kesulitan memakai NPU Huawei generasi lama untuk pelatihan dan akhirnya kembali ke GPU Nvidia.

Varian 960PR untuk Beban Kerja Komputasi

Selain 960DT, Huawei menyiapkan versi khusus komputasi bernama Ascend 960PR yang dijadwalkan meluncur pada kuartal ketiga 2027. Varian ini mengorbankan kapasitas dan bandwidth memori demi lonjakan performa komputasi presisi rendah.

960PR menawarkan hingga delapan petaFLOPS FP4 dengan 192 GB memori HiBL dan bandwidth 2,4 TB/s. Chip ini dirancang bekerja berdampingan dengan 960DT untuk meningkatkan performa inferensi model bahasa besar.

Fase prefill yang berat komputasi ditangani 960PR, sementara fase decode yang intensif memori dijalankan 960DT. Arsitektur heterogen semacam ini terbukti efektif mendongkrak performa, mirip pendekatan Nvidia Vera Rubin dan Groq LPX.

Ambisi Klaster Sejuta NPU

Di ajang Connect, Huawei juga mengisyaratkan niat memperbesar klaster komputasinya hingga setengah juta NPU atau lebih. Dalam uji konsep, perusahaan berhasil memperluas superpod TaiShan berbasis Ascend 950 ke 4.096 akselerator.

Dengan topologi jaringan Clos dua tingkat empat bidang, Huawei memperkirakan mampu mendukung klaster hingga 512.000 NPU. Beralih ke topologi multi-rail, superklaster sejuta NPU dinilai berada dalam jangkauan. Namun, konfigurasi ini masih bersifat teoretis dan belum dibuktikan di lapangan.

Peta Jalan Hingga 2029

Huawei juga membocorkan dua generasi Ascend berikutnya. Seri Ascend 970 yang dijadwalkan pada 2028 menawarkan hingga 3,6 petaFLOPS FP8 atau 14 petaFLOPS FP4, dengan bandwidth memori naik ke 14,4 TB/s meski kapasitas tetap 288 GB.

Pada 2029, Huawei menargetkan performa kembali berlipat menjadi 7,2 petaFLOPS FP8 dan 28 petaFLOPS FP4. Kapasitas memori direncanakan naik ke 384 GB dengan bandwidth 38,4 TB/s.

Rentang waktu tiga tahun cukup panjang. Perubahan signifikan pada peta jalan Huawei sebelum 2029 bukan hal yang mustahil terjadi.

Terkini