Surya Saputra Melek 24 Jam demi Ekspresi Asli di Film Menang untuk Kalah

Minggu, 20 September 2026 | 07:03:00 WIB
Surya Saputra Melek 24 Jam demi Ekspresi Asli di Film Menang untuk Kalah

DAILYENERGI.COM — Surya Saputra menjalani tantangan tidak biasa saat syuting film Menang untuk Kalah dengan terjaga selama 24 jam tanpa tidur. Permintaan itu datang langsung dari sutradara Hasto Broto yang menginginkan ekspresi lelah Bima tampil tanpa bantuan riasan. Teaser trailer dan poster film drama keluarga produksi Para Kreator tersebut resmi dirilis belum lama ini.

Rumah produksi Para Kreator resmi meluncurkan teaser trailer dan poster film drama keluarga berjudul Menang untuk Kalah. Film garapan sutradara Hasto Broto ini mengangkat kisah perjuangan seorang kepala keluarga yang menghadapi tekanan ekonomi hingga mengambil keputusan berdampak besar bagi keluarganya.

Di balik proses produksinya, Hasto mengungkap bahwa para pemain diminta tampil totalitas. Permintaan paling menantang jatuh kepada Surya Saputra yang memerankan karakter Bima.

Ekspresi Lelah Tanpa Bantuan Riasan

Hasto menuturkan dirinya butuh ekspresi dan kondisi fisik yang benar-benar lelah dari Surya. Karena itu, ia melarang aktor tersebut tidur selama 24 jam sebelum pengambilan gambar.

"Tidak banyak treatment sih, karena pemain semua memiliki rasa. Dan mereka memahami isi cerita, terutama permintaan saya khusus buat Bima. Karena saya butuh lebih kepada ekspresi, fisik, ada satu scene yang saya buat khusus untuk tidak tidur selama 24 jam. Saya bilang jangan tidur, karena saya butuh ekspresi dia tanpa make up. Terima kasih untuk semua pemain yang sudah totalitas di film ini," tutur Hasto Broto di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

Surya menyanggupi permintaan itu demi menghadirkan emosi yang sesuai kebutuhan adegan. Suami Cynthia Lamusu tersebut menyebut scene tersebut sebagai salah satu bagian penting dalam film.

Adegan itu memperlihatkan kondisi Bima yang tengah marah sekaligus mengalami kehancuran emosional. Surya mengaku tantangan tersebut terasa semakin berat karena suasana di lokasi syuting sedang memanas.

"Adegan itu diminta sama Pak Hasto dan emang berpengaruh sekali. Itu adegan puncak, saat lihat saya lagi marah-marah dan hancur. Dan hari itu ekstra, karena Persib baru menang. Dan kita ketegangannya luar biasa. Dalam keadaan begitu, harus tetap jaga emosi. Untungnya Pak Hasto dari awal memberikan ruang dan kasih arahan yang tegas. Jadi lancar sih," kata Surya Saputra.

Pesan soal Gaya Hidup Lebih Besar Pasak daripada Tiang

Selain soal perjuangan keluarga, Menang untuk Kalah membawa pesan tentang bahaya gaya hidup konsumtif. Penulis skenario Jujur Prananto menjelaskan cerita film menggambarkan kondisi ketika keinginan memenuhi standar hidup tidak sebanding dengan kemampuan ekonomi.

"Ada bahayanya ketika seseorang berkehidupan dengan gaya lebih besar pasak daripada tiang. Jadi keinginannya lebih besar dari kemampuan. Gagasan besarnya itu sih. Niat awal film ini membuat refleksi buat penonton, awas lo jangan seperti dia, dan jangan main-main dalam menjalani hidup ini," pungkas Jujur Prananto.

Peluncuran teaser dan poster ini menjadi penanda awal bahwa Menang untuk Kalah siap masuk jajaran drama keluarga Indonesia yang mengangkat persoalan ekonomi rumah tangga.

Terkini