Prabowo Bidik Bensin dari Batu Bara Usai RI Setop Impor Solar

Minggu, 20 September 2026 | 09:32:00 WIB
Prabowo Bidik Bensin dari Batu Bara Usai RI Setop Impor Solar

DAILYENERGI.COM — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah tengah membidik produksi bensin berbahan baku batu bara untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Rencana ini muncul setelah Indonesia dinyatakan mandiri solar lewat program biodiesel B50 berbasis kelapa sawit sejak 1 Juli 2026.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana pengembangan bensin dari batu bara saat menghadiri acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur. Pernyataan itu dikutip Minggu (20/9/2026).

Langkah tersebut menjadi kelanjutan dari strategi pemerintah memanfaatkan sumber daya alam domestik untuk kebutuhan energi. Sebelumnya, program solar berbasis kelapa sawit dinilai berhasil menekan ketergantungan impor.

Mandiri Solar Berkat B50

Prabowo menyatakan Indonesia tidak lagi mengimpor solar sejak 1 Juli 2026. Kemandirian itu dicapai lewat implementasi solar dengan campuran minyak kelapa sawit hingga 50% atau B50.

"Kita mulai 1 Juli yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang sudah mandiri," ujarnya.

Menurut Prabowo, keberhasilan tersebut membuktikan riset akademisi dalam negeri mampu menjawab kebutuhan energi nasional. Ia menyebut hasil inovasi itu datang dari fakultas-fakultas teknik di Indonesia.

"Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya ya, bukan yang profesor tadi itu. Dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit, dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit, dan kita juga nanti akan bikin juga bensin dari batu bara," kata Prabowo.

Alasan di Balik Dorongan Kemandirian Energi

Prabowo menilai ketergantungan impor energi berisiko tinggi di tengah ketidakpastian global. Konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok membuat pasokan bahan bakar tidak selalu tersedia.

Ia mencontohkan kondisi pasar dunia saat ini, ketika solar sulit diperoleh meski suatu negara punya kemampuan finansial. "Hari-hari ini solar langka di dunia, kita punya uang pun mungkin tidak ada barangnya. Alhamdulillah, kita sudah bisa produksi solar kita sendiri. Dari mana? Dari kelapa sawit," ujarnya.

Kondisi itu menjadi dasar pemerintah melanjutkan pengembangan bahan bakar berbasis sumber daya domestik. Batu bara masuk dalam peta jalan sebagai bahan baku alternatif produksi bensin.

Batu Bara Masuk Peta Jalan Bensin

Indonesia memiliki cadangan batu bara besar yang selama ini menjadi komoditas ekspor utama. Pemanfaatan batu bara untuk bahan bakar cair membuka peluang hilirisasi di dalam negeri.

Rencana ini belum disertai rincian kapasitas produksi, lokasi kilang, maupun jadwal implementasi. Pemerintah juga belum menyebut berapa investasi yang disiapkan untuk pengembangan bensin berbasis batu bara.

Pengembangan bensin dari batu bara umumnya membutuhkan teknologi gasifikasi dan pencairan yang intensif modal. Sejumlah negara sudah menerapkan skema serupa, tetapi biaya produksinya masih menjadi tantangan.

Bagi konsumen, rencana ini berpotensi menjaga pasokan bahan bakar jika impor terganggu. Namun dampaknya terhadap harga eceran bensin baru bisa dinilai setelah skema produksi dan subsidi energi dipastikan.

Kemandirian solar lewat B50 menjadi modal politik pemerintah melanjutkan program serupa di sektor bensin. Keberhasilan batu bara sebagai bahan baku akan menentukan seberapa jauh Indonesia bisa lepas dari impor bahan bakar cair.

Terkini