BNN RI Salurkan Logistik untuk Warga Terdampak Gempa Flores di 4 Titik

BNN RI Salurkan Logistik untuk Warga Terdampak Gempa Flores di 4 Titik
BNN RI salurkan bantuan logistik ke empat titik terdampak gempa Flores.

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mendistribusikan pasokan bantuan logistik guna menopang kebutuhan pokok masyarakat terdampak gempa Flores di tiga desa wilayah Kabupaten Ngada serta satu desa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

"BNN RI hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas kepada saudara-saudara kami yang sedang menghadapi masa sulit,” kata Kepala BNN Provinsi NTT Brigjen Pol Yulianus Yulianto dalam keterangan tertulis yang diterima di Kupang, Senin.

Yulianus menyampaikan bahwasanya bantuan yang dialokasikan BNN RI amat beragam serta diselaraskan dengan kebutuhan vital warga di area terdampak.

Rincian bantuan mencakup 2,5 ton beras, 350 dus mi instan, 400 kaleng sarden, ditambah masing-masing 200 unit terpal, tikar, selimut, hingga handuk.

“Untuk menjangkau masyarakat di wilayah terdampak, bantuan dikirim menggunakan dua truk secara bertahap,” kata Brigjen Pol Yulianus.

Armada truk pertama mulai diberangkatkan pada Rabu (19/8) dan sampai di lokasi sasaran pada Kamis (20/8). Logistik tersebut langsung dibagikan ke dua titik wilayah Kabupaten Ngada, yakni Desa Nirmala di Kecamatan Golewa Selatan dan Desa Ite Jaya di Kecamatan Riung.

Tercatat ada 114 kepala keluarga (KK) di Desa Nirmala yang mengalami kerusakan tempat tinggal akibat guncangan gempa.

Rinciannya mencakup 17 KK berstatus kerusakan ringan, 73 KK mengalami rusak sedang, serta 24 KK menderita kerusakan berat.

Selanjutnya di Desa Ite Jaya, bantuan disalurkan kepada 98 KK atau setara 228 jiwa terdampak gempa. Pada kelompok warga tersebut, terdata ada 27 bayi maupun anak-anak serta tiga balita.

Sementara rincian kerusakan hunian di Desa Ite Jaya terdata sebanyak 12 unit rumah rusak berat, 58 unit rusak sedang, dan 20 unit rusak ringan.

Penyaluran tahap berikutnya bergerak memanfaatkan armada truk kedua yang dilepas pada 20 Agustus 2026 dan tiba di lokasi sehari sesudahnya.

Pada Sabtu (22/8), Tim BNNP NTT kembali membagikan bantuan menuju Desa Lengkosambi Timur, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.

Di area tersebut, tercatat 50 KK atau 120 jiwa menjadi korban terdampak gempa. Komposisinya terdiri atas 30 anak-anak, 80 warga usia dewasa, serta 10 lansia.

Usai dari Kabupaten Ngada, rombongan tim bergeser menuju Desa Wolotelu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo.

Sebanyak 255 KK atau 928 jiwa terdata terdampak gempa di area tersebut. Warga terdampak mencakup 51 anak-anak, 300 warga dewasa, dan 134 lansia.

Brigjen Pol Yulianus menegaskan bahwa proses distribusi bantuan secara langsung ini ditujukan agar logistik tepat sasaran dan diterima utuh oleh warga yang membutuhkan.

"Kami turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan bantuan dapat diterima oleh warga yang terdampak," jelasnya.

Pihaknya berharap alokasi bantuan ini dapat menyokong kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan pascabencana.

"Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat dan memberikan semangat kepada warga untuk bangkit serta kembali menata kehidupan setelah bencana," katanya.

Aksi penyerahan bantuan kemanusiaan ini, tambah Yulianus, menjadi bukti nyata pemeliharaan semangat gotong royong dan wujud kepedulian sesama, utamanya bagi warga Flores yang tengah mengurai dampak gempa bumi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index