Waskita Karya Terapkan H2H Pembayaran Terintegrasi, Pertama di Konstruksi

Waskita Karya Terapkan H2H Pembayaran Terintegrasi, Pertama di Konstruksi

DAILYENERGI.COM — Selama ini, tim proyek di lingkungan Waskita Karya harus mengurus dokumen tagihan fisik saat mengajukan pembayaran. Proses itu memakan waktu lama, rawan tercecer, dan sulit dipantau dari jarak jauh. Lewat H2H, semua alur itu berubah total.

Dengan memanfaatkan layanan Application Programming Interface (API) milik PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang berstandar SNAP, sistem internal Waskita terhubung langsung ke sistem perbankan BNI secara real time. Artinya, pembayaran bisa berjalan otomatis, transparan, dan tercatat rapi tanpa harus menunggu validasi manual berkas.

Tagihan Digital Lewat Aplikasi SAP

Implementasi ini membuat tim proyek tidak lagi menyodorkan dokumen tagihan kertas. Semua pengajuan dilakukan melalui aplikasi SAP yang sudah terintegrasi dengan sistem H2H. Tim bisa memantau status pengajuan kapan pun dan dari mana pun melalui layar perangkat masing-masing.

Mitra kerja Waskita juga mendapat kemudahan serupa. Mereka menerima informasi pembayaran tagihan secara real time, sehingga arus kas proyek lebih mudah diprediksi. Bagi Waskita, ini memperkuat sentralisasi pembayaran dan mengurangi potensi kesalahan administratif.

"Hal ini sejalan dengan transformasi Waskita yang mengacu pada delapan stream. Salah satunya transformasi bisnis dalam rangka penguatan tata kelola dana demi mewujudkan Good Corporate Governance (GCG)," ujar Wiwi Suprihatno dalam keterangan resminya.

Penguatan Tata Kelola dan Arus Kas

Bagi BUMN konstruksi yang tengah berkonsolidasi, efisiensi pengelolaan dana menjadi prioritas. Dengan H2H, setiap transaksi tercatat langsung dalam sistem, memperkecil celah kebocoran, dan memudahkan auditor menelusuri alur dana. Wiwi menyebut penerapan ini berdampak positif terhadap pengelolaan arus kas perusahaan.

"Penerapan H2H berdampak positif terhadap pengelolaan arus kas serta sejalan dengan prioritas dan strategi Perseroan," tuturnya.

Langkah ini bukan proyek percontohan semata. Sertifikasi SNAP yang diperoleh Waskita merupakan pengakuan resmi bahwa sistem pembayarannya telah memenuhi standar nasional yang ditetapkan oleh asosiasi fintech dan perbankan. Prestasi itu menempatkan Waskita di posisi pertama di antara perusahaan konstruksi di Indonesia.

Sinergi BUMN untuk Digitalisasi Menyeluruh

Kerja sama dengan BNI bukan tanpa pamrih. Bagi Waskita, ini adalah bagian dari transformasi yang lebih besar. Wiwi menargetkan digitalisasi tidak berhenti pada pembayaran, tetapi merambah seluruh sistem operasional perusahaan. Transformasi bisnis menjadi salah satu pilar utama dalam delapan stream perubahan yang digariskan manajemen.

Wiwi juga menyampaikan apresiasinya kepada BNI atas dukungan terhadap ekosistem digital Waskita. Menurutnya, kolaborasi antarsesama BUMN ini diharapkan mempercepat adopsi sistem pembayaran nasional dan memberi manfaat bagi publik.

"Pemanfaatan layanan API BNI merupakan wujud kolaborasi BUMN yang bertujuan memudahkan masyarakat sekaligus mendorong sistem pembayaran nasional. Diharapkan kerja sama yang terjalin dapat terus berjalan dan mewujudkan digitalisasi berkelanjutan," kata Wiwi.

Dengan fondasi ini, Waskita menegaskan dirinya bukan sekadar kontraktor pelat merah yang berfokus pada proyek fisik, melainkan juga perusahaan yang mengejar transformasi digital di sisi internal. Setelah H2H, tahap berikutnya adalah digitalisasi menyeluruh pada operasional perusahaan. Bila berjalan mulus, efisiensi yang dihasilkan bisa menopang kinerja keuangan Waskita di tengan tren pemulihan sektor konstruksi nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index