DAILYENERGI.COM — Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan Tito Karnavian mengajak sepuluh negara yang berbatasan dengan Indonesia menggelar pertemuan rutin guna membahas berbagai persoalan wilayah perbatasan. Ajakan itu disampaikan usai pertemuan dengan perwakilan negara tetangga di Gedung BNPP, Jakarta, Rabu.
Menteri Dalam Negeri yang juga menjabat Kepala BNPP, Tito Karnavian, menegaskan bahwa setiap persoalan perbatasan antara Indonesia dan negara tetangga harus diselesaikan lewat jalur komunikasi yang damai dan bersahabat. Ia mempersilakan para pihak menghubunginya langsung apabila muncul isu terkait garis batas maupun wilayah perbatasan.
"Jika ada masalah atau ada isu yang berkaitan dengan perbatasan, jangan ragu untuk menghubungi saya untuk mengatasi masalah tersebut dengan cara yang damai dan bersahabat," kata Tito kepada wartawan di Gedung BNPP, Jakarta, Rabu.
Sepuluh Negara yang Diundang Duduk Bersama
Ada sepuluh negara yang memiliki perbatasan wilayah dengan Indonesia dan diajak terlibat dalam forum pertemuan rutin tersebut. Kesepuluhnya adalah Timor Leste, Australia, Malaysia, Filipina, Singapura, Papua Nugini, Thailand, Vietnam, India, dan Palau.
Menurut Tito, pertemuan dengan para perwakilan negara tetangga itu juga membahas peran BNPP serta program-program yang akan dikembangkan di kawasan perbatasan. Sejumlah program diarahkan untuk mencegah munculnya polemik atau sengketa di wilayah tersebut.
"Termasuk menyelesaikan masalah-masalah yang mungkin menjadi polemik atau dispute dan bagaimana kita membuat agar hubungan antara Indonesia terutama di daerah perbatasan bisa dikembangkan sama-sama untuk kepentingan masyarakat bersama di dua negara," ujarnya.
Perdagangan dan Budaya Jadi Pintu Kerja Sama
Indonesia, kata Tito, selalu mengedepankan hubungan baik dengan negara-negara tetangga. Kerja sama di bidang perdagangan dan budaya disebut menjadi salah satu jalur yang terus didorong untuk mempererat hubungan tersebut.
Dalam pertemuan di Gedung BNPP itu, para perwakilan negara tetangga menyatakan kesediaan mereka untuk mengembangkan hubungan yang baik dengan Indonesia. Kesediaan itu mencakup kerja sama di sektor perdagangan maupun budaya.
Pertemuan rutin yang diusulkan Tito diharapkan menjadi kanal tetap bagi Indonesia dan sepuluh negara tetangga untuk membicarakan isu perbatasan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih rumit. Belum ada jadwal pasti kapan pertemuan rutin pertama akan digelar.