JAKARTA - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memperkuat sinergi strategis guna mengembangkan ekosistem layanan haji nasional yang semakin terintegrasi.
Langkah kolaborasi tersebut difokuskan pada perluasan layanan berbasis digital, peningkatan jumlah pendaftar haji baru, optimalisasi tata kelola dana haji, hingga penguatan lini bisnis Bank Muamalat sebagai bagian dari ekosistem keuangan syariah di Indonesia.
Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander menyampaikan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, bahwa kerja sama antara BPKH dan Bank Muamalat merupakan rintisan strategis demi menghadirkan pelayanan haji yang kian praktis, efisien, dan terpadu, sekaligus menyajikan nilai tambah bagi publik serta industri perbankan syariah.
“Sinergi antara BPKH dan Bank Muamalat bukan sekadar hubungan kelembagaan, tetapi merupakan kemitraan strategis untuk menghadirkan layanan haji yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas. Kami ingin kolaborasi ini memberikan manfaat nyata, baik bagi jemaah maupun bagi penguatan bisnis Bank Muamalat,” kata Harry.
Ia membeberkan bahwa BPKH terus mematangkan pelbagai inisiatif strategis bersama Bank Muamalat. Langkah ini mencakup optimalisasi BPKH Apps guna mendukung integrasi pembukaan rekening setoran serta pelunasan haji, memperluas penyerapan calon jemaah, memicu aktivitas cross selling, mengoptimalkan likuiditas dana haji, hingga memperluas pemanfaatan saluran pembayaran digital lewat integrasi payment gateway Bank Muamalat.
Rangkaian inisiatif tersebut diproyeksikan mampu memicu pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi Bank Muamalat seraya meningkatkan mutu pelayanan kepada para calon jemaah haji.
Di samping itu, BPKH dan Bank Muamalat turut menggelar acara Synergy Roadshow 2026 di Makassar. Agenda yang dihadiri oleh pimpinan dari kedua belah pihak ini menjadi bagian dari penguatan sinergi demi mendongkrak kualitas layanan calon jemaah haji sekaligus menggenjot pertumbuhan industri keuangan syariah.
Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono mengutarakan bahwa Synergy Roadshow menjadi pijakan krusial untuk memperkokoh kolaborasi jajaran insan Bank Muamalat bersama BPKH dalam menjawab tantangan bisnis seraya menangkap peluang besar pada sektor haji dan umrah.
“Sinergi BPKH dan Bank Muamalat merupakan upaya bersama untuk menghadirkan layanan, produk, dan nilai tambah yang semakin baik bagi masyarakat,” kata Imam.
Ia menerangkan bahwa sektor haji dan umrah merupakan ekosistem masif yang menyajikan dampak pengganda (multiplier effect) bagi pelbagai lini ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, melalui kemitraan ini, kedua institusi bertekad memperkuat mutu layanan sekaligus memberikan kemanfaatan yang berkelanjutan.
Imam menambahkan bahwa Bank Muamalat terus mengeksekusi strategi pertumbuhan berkelanjutan lewat penguatan segmen ritel, digitalisasi produk, serta pengembangan layanan berbasis kebutuhan publik, termasuk urusan haji dan umrah.
Bermacam inovasi seperti kehadiran fitur Bank Haji pada platform Muamalat DIN, kemudahan akses pendaftaran dan pelunasan haji, hingga optimalisasi Kartu Haji Indonesia merupakan wujud nyata dari komitmen tersebut.
Dalam ikhtiar memperkuat ekosistem haji nasional, BPKH dan Bank Muamalat konsisten merancang deretan inisiatif bersama, mulai dari pematangan layanan digital, perluasan edukasi kepada publik, efisiensi alur layanan haji, penguatan fungsi kustodian, hingga terobosan yang mendukung tata kelola serta kemudahan akses calon jemaah.
Kolaborasi ini diharapkan sanggup menyajikan pengalaman layanan haji yang semakin mudah, aman, dan terintegrasi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pada saat bersamaan, kerja sama ini menjadi bagian penting dari agenda mendorong laju ekonomi syariah lewat pembentukan ekosistem yang lebih inklusif, berkelanjutan, serta memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat.